This Author published in this journals
All Journal Jurnal Global Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Wood Ash Terhadap Performa Rheology Dan Pengendalian Filtration Loss Lumpur Pemboran Berbasis Air (WBM) Nuryana Nuryana; Abdi Suprayitno; Ain Sahara
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.405

Abstract

Lumpur pemboran berbasis air (WBM) merupakan fluida utama yang sifat fisik dan rheology-nya harus dikontrol demi kelancaran operasi. Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan abu kayu (Wood Ash) sisa pembakaran arang warung makan di Balikpapan sebagai aditif ramah lingkungan untuk meningkatkan performa rheology dan mengendalikan filtration loss WBM. Pengujian laboratorium menggunakan variasi ukuran partikel Mesh 80 dan Mesh 100 dengan konsentrasi aditif 2 gram, 4 gram, dan 6 gram per 350 ml lumpur dasar. Selain itu, pemodelan matematis menggunakan analisis regresi Microsoft Excel diterapkan untuk memproyeksikan karakteristik lumpur pada konsentrasi ekstrim (8 gram dan 10 gram) guna mengidentifikasi batas kritis kegagalan aditif. Hasil pengujian menunjukkan penambahan Wood Ash secara signifikan memengaruhi densitas, Plastic Viscosity (PV), Yield Point (YP), Gel Strength, nilai pH, dan menekan laju Filtration Loss. Ukuran partikel terbukti krusial: Mesh 100 yang lebih halus memberikan kinerja jauh lebih efektif dibandingkan Mesh 80 berkat luas permukaan spesifik lebih besar, membentuk filter cake rapat dan tipis. Formulasi optimum yang direkomendasikan adalah aditif Mesh 100 pada konsentrasi 4 gram, menghasilkan properti ideal dan patuh penuh terhadap standar API 13A: Densitas 8.7 PPG, Plastic Viscosity 24 cP, Yield Point 29 lb/100ft², Gel Strength 10"/10' sebesar 9/13 lb/100ft², Volume Filtrat 4.5 ml, dan pH 9.4. Sebaliknya, ekstrapolasi regresi Excel mendeteksi batas kritis kegagalan pada konsentrasi > 4 gram: penambahan berlebih memicu pengentalan mekanis ekstrem (PV hingga 33.2 cP, YP hingga 49.2 lb/100ft²), pembalikan kebocoran filtrat (7.06 - 8.24 ml) akibat flokulasi koloid bentonit, serta kenaikan pH kaustik ekstrem (10.84 - 11.84) merusak integritas fasa polimer.