This Author published in this journals
All Journal Jurnal Global Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Manajemen Fatigue Pada Aktivitas Drilling di PT Indodrill Indonesia Site Tumpang Pitu Operation (TBO), Banyuwangi: Analisis Risiko dan Evaluasi Efektivitas Program Achmad Shadiq
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.413

Abstract

Fatigue atau kelelahan kerja merupakan salah satu faktor manusia (human factor) yang berkontribusi signifikan terhadap terjadinya kecelakaan kerja di industri pertambangan, terutama pada aktivitas pengeboran (drilling) yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem kerja shift, di mana pola istirahat yang tidak teratur meningkatkan risiko penurunan kewaspadaan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko fatigue pada aktivitas drilling di PT. Indodrill Indonesia Site Tumpang Pitu Operation (TBO), Banyuwangi, serta mengevaluasi efektivitas implementasi program Manajemen Fatigue dalam mengendalikan risiko tersebut, mengingat tuntutan operasional yang berlangsung tanpa henti. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis risiko berdasarkan standar ISO 31000:2018, prinsip-prinsip Fatigue Risk Management System (FRMS), dan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), yang diterapkan secara terpadu. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan supervisor dan petugas HSE, telaah dokumen perusahaan, dan studi literatur, sehingga temuan dapat dikonfirmasi silang secara akurat dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama fatigue berasal dari durasi kerja yang panjang, kerja malam, kondisi lingkungan kerja, monotonitas pekerjaan, serta kualitas istirahat pekerja yang kurang memadai, yang saling memperberat apabila terjadi bersamaan. Implementasi program manajemen fatigue yang meliputi pengaturan roster kerja, monitoring jam kerja, toolbox meeting, pemeriksaan fitness for work, edukasi tentang fatigue, dan pengawasan supervisor terbukti mampu menurunkan tingkat risiko fatigue dari kategori tinggi menjadi kategori sedang, yang menunjukkan perbaikan berarti terhadap keselamatan pekerja. Evaluasi menunjukkan bahwa efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kepatuhan pekerja, dan keberadaan sistem monitoring yang berkelanjutan, yang menegaskan pengendalian teknis semata tidak cukup tanpa dukungan organisasi konsisten.