Gastritis adalah kumpulan gejala seperti rasa panas di dada, mual, muntah, dan rasa penuh yang dialami oleh penderita gastritis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori atau oleh makanan tertentu yang dapat mengiritasi lambung. Berdasarkan studi pendahuluan, banyak generasi muda masih kurang memperhatikan pola makan karena kesibukan di kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian terkait hubungan pola makan terhadap tingkat kekambuhan gastritis di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap tingkat kekambuhan gastritis pada generasi muda di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross – sectional pada 39 orang yang menderita gastritis, dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data ini menggunakan uji chi – square dengan uji alternatif berupa uji Fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value 0,054 > α 0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis makanan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value = 0,711 > α 0,05), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara porsi makan dengan tingkat kekambuhan gastritis (nilai p-value 0,121> α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kekambuhan gastritis dapat disebabkan karena adanya perubahan pola makan selama gastritis.