Abstrak: Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi akibat pengendalian glukosa darah yang tidak optimal. Pola konsumsi protein dan tekanan darah diduga berperan dalam pengendalian kadar glukosa darah sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein dan tekanan darah dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran tekanan darah dengan tensimeter, serta pemeriksaan glukosa darah. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2025. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki konsumsi protein rendah, sebagian mengalami hipertensi (53,8%) dan kadar glukosa darah abnormal (93,8%). Rata-rata kadar glukosa darah tergolong tinggi. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi protein dan kadar glukosa darah (p=0,401) serta tekanan darah dengan kadar glukosa darah (p=0,176). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi protein dan tekanan darah tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar glukosa darah. Disarankan pendekatan komprehensif melalui pengaturan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan terapi untuk meningkatkan kontrol glikemik.