Sesra Budio
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Kewirausahaan bagi Pengusaha Mikro Di Pasaman Barat Ilhamdi; Sesra Budio; Muhammad Aminuddin
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At Tasyri'i Juli-Desember 2025
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v8i2.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perbankan syariah dalam meningkatkan kewirausahaan bagi pengusaha mikro di Pasaman Barat. Perbankan syariah merupakan lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam seperti keadilan, bagi hasil, dan larangan riba. Kehadiran perbankan syariah diharapkan mampu membantu pengusaha mikro dalam memperoleh akses pembiayaan usaha serta meningkatkan perkembangan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengusaha mikro, pihak perbankan syariah, dan tokoh masyarakat di Pasaman Barat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki peranan penting dalam meningkatkan kewirausahaan pengusaha mikro di Pasaman Barat. Pembiayaan syariah membantu masyarakat memperoleh tambahan modal usaha sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, jumlah produksi, dan pendapatan masyarakat. Selain itu, sistem pembiayaan berbasis bagi hasil dinilai lebih adil dan sesuai dengan kondisi usaha masyarakat kecil dibandingkan sistem bunga pada perbankan konvensional. Perbankan syariah juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada pengusaha mikro sehingga membantu meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat. Namun demikian, peranan perbankan syariah dalam pengembangan usaha mikro masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai produk dan mekanisme pembiayaan syariah serta keterbatasan akses layanan perbankan syariah di masyarakat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kewirausahaan bagi pengusaha mikro di Pasaman Barat melalui pembiayaan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan usaha agar peranan perbankan syariah dalam mendukung perkembangan usaha mikro dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Analisis Praktik Arisan dalam Perspektif Ekonomi Islam Erik Afriyuda; Novi Susanti; Sesra Budio
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2026
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v9i1.633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik arisan dalam perspektif ekonomi Islam di Kabupaten Pasaman Barat. Arisan merupakan salah satu praktik sosial-ekonomi yang banyak dilakukan masyarakat sebagai sarana menabung, memenuhi kebutuhan rumah tangga, memperoleh modal usaha kecil, serta mempererat hubungan sosial antaranggota. Dalam perspektif ekonomi Islam, arisan perlu dikaji berdasarkan prinsip ta‘awun, amanah, keadilan, kerelaan, dan transparansi, serta harus terbebas dari unsur riba, gharar, maysir, penipuan, dan kezaliman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anggota arisan, pengurus arisan, pedagang kecil, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Pasaman Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik arisan di Pasaman Barat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti arisan uang bulanan, arisan mingguan pedagang, arisan sembako, arisan barang rumah tangga, dan arisan online. Secara umum, arisan uang dengan setoran dan penerimaan yang sama cenderung sesuai dengan prinsip ekonomi Islam karena mengandung unsur qardh dan ta‘awun. Namun, arisan barang, sembako, dan online masih memerlukan perhatian karena berpotensi menimbulkan ketidakjelasan harga, perubahan nilai barang, biaya admin yang tidak transparan, keterlambatan pembayaran, dan risiko tidak amanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik arisan di Pasaman Barat pada dasarnya dapat diterima dalam perspektif ekonomi Islam apabila dikelola secara amanah, transparan, adil, dan berdasarkan kesepakatan yang jelas. Arisan dapat menjadi instrumen ekonomi Islam berbasis komunitas yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa bergantung pada pinjaman berbunga. Namun, agar tetap sesuai dengan prinsip syariah, praktik arisan perlu diperkuat melalui pencatatan tertulis, transparansi biaya, kejelasan akad, aturan keterlambatan, serta mekanisme penyelesaian masalah yang adil.