Linda Mayasari
STT Global Glow Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Prinsip Montessori Dalam Formasi Spiritual Anak Sekolah Minggu Usia 3-6 Tahun : Sebuah Kajian Pustaka Bagi Guru Sekolah Minggu Linda Mayasari
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 4 No. 1 (2026): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v4i1.2879

Abstract

Formasi spiritual anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter Kristiani, namun implementasinya dalam konteks Sekolah Minggu sering menghadapi tantangan akibat keterbatasan rentang perhatian, pola pikir yang konkret, dan karakteristik perkembangan anak usia 3–6 tahun. Kondisi ini menuntut guru Sekolah Minggu untuk menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak agar kebenaran teologis dapat dipahami dan diinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi prinsip-prinsip Montessori terhadap formasi spiritual anak usia dini serta merumuskan kerangka konseptual dan implikasinya bagi guru Sekolah Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku karya Maria Montessori, jurnal ilmiah, buku, dokumen pendidikan Kristen dan website. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat prinsip Montessori yang relevan untuk mendukung formasi spiritual anak usia dini 3-6 tahun, yaitu (1) Absorbent Mind melalui pengulangan kegiatan rohani; (2)  Sensitive Period melalui internalisasi iman dengan dimensi afektif; (3) Prepared Environment melalui pengalaman konkret di lingkungannya; dan (4) Prepared Teacher melalui relasi dengan guru yang mengasihi Tuhan. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual yang menjadi rujukan teoretis bagi guru Sekolah Minggu dalam memahami dan memaknai formasi spiritual anak usia dini usia 3–6 tahun.