Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi digital marketing dan manajemen rantai pasok dalam meningkatkan daya saing hasil tangkapan nelayan di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Permasalahan utama yang dihadapi nelayan meliputi keterbatasan akses pasar, ketergantungan pada tengkulak, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, serta belum optimalnya sistem distribusi dan penanganan pascapanen yang menyebabkan rendahnya nilai jual hasil tangkapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 nelayan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif berdasarkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi program pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% nelayan telah mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran, sementara 82% responden mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan rantai pasok. Implementasi strategi digital marketing meningkatkan jangkauan pemasaran sebesar 65%, sedangkan efisiensi distribusi hasil tangkapan meningkat sebesar 41%. Selain itu, rata-rata pendapatan nelayan mengalami peningkatan sebesar 32%, dan harga jual ikan meningkat sekitar 24% dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Tingkat kepuasan nelayan terhadap program mencapai 90%, menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dan pengelolaan rantai pasok yang lebih baik memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha perikanan skala kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi digital marketing dengan manajemen rantai pasok mampu meningkatkan daya saing hasil tangkapan nelayan melalui perluasan akses pasar, peningkatan efisiensi distribusi, pengurangan ketergantungan pada perantara, serta peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Keberhasilan implementasi program memerlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, pendampingan, penguatan kelembagaan nelayan, dan penyediaan infrastruktur digital yang memadai.