Morina Riauwaty
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Ekstrak Lengkuas  (Alpinia purpurata K. Schum) untuk Pengobatan Infeksi Jamur Saprolegnia sp. pada Telur Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Albert Rianto Simanjuntak; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.53-62

Abstract

Lengkuas (Alpinia purpurata K. Schum) adalah tanaman herbal yang mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, tanin, dan terpenoid. Flavonoid dan tanin dalam lengkuas berfungsi sebagai antijamur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari s.d Juli 2025 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik ekstrak lengkuas dalam mengobati infeksi jamur Saprolegnia sp. pada telur ikan patin siam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), empat perlakuan dan tiga ulangan. Kontrol positif, telur ikan diinfeksikan Saprolegnia sp. dan tidak diberi ekstrak lengkuas. P1; P2; P3 telur ikan diinfeksikan Saprolegnia sp. dan diberi ekstrak lengkuas dengan dosis 1 (P1), 1,5 (P2), dan 2 (P3) mL/L. Telur ikan patin siam ditetaskan dalam wadah berukuran 2 L dengan perbandingan 80 telur yang sehat dan 20 telur yang terinfeksi jamur. Telur-telur tersebut kemudian disatukan dan direndam dalam larutan ekstrak lengkuas hingga telur menetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak lengkuas terbaik terdapat pada perlakuan P1 (1 mL/L), yang efektif dalam menghambat dan mengobati telur ikan patin siam yang terinfeksi jamur, dengan prevalensi infeksi Saprolegnia sp. mencapai 30% dan daya tetas mencapai 70%.
Respons Fisiologis dan Biokimia Darah Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus ) yang Direndam dalam Larutan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Fuji Mega Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.176-182

Abstract

Kulit buah naga merupakan bahan alami yang mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenolik, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, karoten, fitoalbumin, vitamin A, vitamin C, tanin, saponin, dan vitamin E. Senyawa tersebut menghasilkan antioksidan dan mampu mengendalikan keberadaan Aeromonas hydrophila. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kondisi fisiologis dan biokimia darah ikan jambal siam. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Kn (tanpa perendaman kulit buah naga dan tidak diinfeksi A. hydrophila), Kp (tanpa perendaman kulit buah naga dan diinfeksi A. hydrophila). Ikan direndam dengan kulit buah naga dengan dosis P1 (1,0 ml/L), P2 (1,5 ml/L), P3 (2 ml/L) dan diinfeksi A. hydrophila. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Benih ikan yang digunakan berukuran 8-10 cm dan 5-6 g. Perendaman dilakukan sebelum pemeliharaan selama 30 menit. Pada hari ke-32 ikan diinfeksikan dengan A. hydrophila (10%CFU/ml) menggunakan 0,1 ml dan proses infeksi dilakukan secara intramuskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perendaman kulit buah naga adalah P2 (1,5 ml/L) menghasilkan glukosa (74,00 mg/dL), kalsium (9,64 mg/dL), magnesium (2,72 mg/dL), fosfor (4,34 mg/dL), aktivitas lisozim (259,00 unit/mL), pertumbuhan bobot mutlak (19,88) dan kelulushidupan (93,33%). Kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27,2-27,6o C, pH berkisar antara 6,9 - 7,0 dan DO berkisar antara 4,3-4,4 mg/L