M. Fauzi
Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur Komunitas Nekton pada Kawasan Perairan Mangrove Kampung Mengkapan, Sungai Apit, Siak, Riau Imanuel Natalis Maas; M. Fauzi; Eko Prianto
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ekosistem mangrove di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, seluas sekitar 20–30 ha, berperan penting dalam melindungi pantai, menyediakan habitat untuk nekton, menyerap CO₂ dan mendukung kegiatan perikanan. Aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, pembuangan limbah, dan pembangunan permukiman telah mengakibatkan degradasi ekosistem, mempengaruhi kestabilan komunitas nekton, dan menurunkan fungsi ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas nekton di kawasan mangrove Kampung Mengkapan dan mengeksplorasi dampak dari aktivitas manusia terhadap ekosistem tersebut. Metode survei digunakan untuk memperoleh data primer yang meliputi jenis dan kelimpahan nekton, serta parameter lingkungan, sedangkan data sekunder mencakup informasi topografi wilayah dan hasil penelitian terdahulu. Analisis menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki 115 individu nekton dari 8 famili dan 8 spesies, dengan indeks keanekaragaman (H’) 1,48–3,50, keseragaman (E) 0,45–0,90, dan dominansi (C) 0,14–0,25, yang menandakan komunitas yang seimbang. Parameter lingkungan, termasuk suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut, masih dalam kisaran yang mendukung kehidupan biota perairan. Temuan ini menekankan pentingnya ekosistem mangrove Kampung Mengkapan untuk mendukung keragaman hayati dan menyediakan sumber daya ekonomi lokal. Struktur komunitas nekton di kawasan ini menunjukkan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, dan dominansi rendah, dengan kondisi kualitas air yang mendukung pertumbuhan nekton yang baik.