Shecy Gabrilea L. Tobing
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Larutan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia cattapa) dengan Dosis Berbeda terhadap Penetasan Telur Ikan Patin Strain Pustina (Pangasionodon hypophthalmus) Shecy Gabrilea L. Tobing; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.45-52

Abstract

Ikan patin strain pustina merupakan ikan yang dihasilkan berdasarkan varietas baru pada tahun 2009 dengan strain pertumbuhan cepat. Salah satu komoditas unggulan yang digemari masyarakat karena bernilai ekonomis dan kaya kandungan protein. Tingginya permintaan mempengaruhi usaha budidaya ikan patin, sehingga dibutuhkan benih yang berkualitas, pertumbuhan cepat, dan tahan terhadap penyakit. Daya rekat telur yang dimiliki menjadi faktor kegagalan dalam usaha budidaya, maka dilakukan perendaman telur menggunakan larutan penghilang daya rekat yaitu larutan ekstrak daun ketapang, karena efektif dari bahan lain, mudah didapat dan bernilai ekonomis. Penelitian dilaksanakan April 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh penggunaan larutan ekstrak daun ketapang dengan dosis berbeda terhadap penetasan telur ikan patin strain pustina, serta mendapatkan dosis yang optimal. Metode yang digunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (Kontrol), P1 (1 mL), P2 (2,5 mL), dan P3 (5 mL) dengan Larutan Ekstrak Daun Ketapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan patin strain pustina pada larutan ektrak daun ketapang dengan dosis bebeda selama 15 menit menghasilkan perlakuan terbaik pada P3 (larutan ekstrak daun ketapang 5 mL) dengan daya rekat telur yang tidak menempel 88,26 %, angka pembuahan telur 92,40 %, angka penetasan telur 78,31 %, dan kelulushidupan larva 96,25 %. Perkembangan embriogenesis, telur menetas pada waktu 24 jam 06 menit.