Adelina Adelina
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) yang Difermentasi EM-4 (Effective Microorganism-4) dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Intan Ayuningtias; Indra Suharman; Adelina Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.182-192

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni -Agustus 2025 di Laboratorium Nutrisi Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun gamal (Gliricidia sepium) yang difermentasi dengan EM-4 dalam pakan terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% TDGF), P1 (20% TDGF), P2 (30% TDGF), P3 (40% TDGF), dan P4 (50% TDGF). Pakan uji diformulasikan dalam bentuk pelet dengan kandungan protein kasar sebesar 30% dan diberikan sebanyak 10% dari biomassa ikan per hari, tiga kali sehari selama 56 hari. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan mas berukuran 5-7cm dengan bobot rata-rata 5,82±1,25 g, dipelihara dalam keramba ukuran 1x1x1 m3 dengan kepadatan 25 ekor per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun gamal terfermentasi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan pakan, kecernaan protein, efisiensi pakan, retensi protein, dan laju pertumbuhan spesifik. Nilai kecernaan pakan berkisar 54,75–60,32%, kecernaan protein 72,56–76,80%, efisiensi pakan 19,88–31,27%, dan retensi protein 13,00–20,95%. Hasil terbaik diperoleh pada P4 (50%) dengan kecernaan pakan 60,32%, kecernaan protein 76,80%, efisiensi pakan 31,27%, retensi protein 20,95%, serta laju pertumbuhan spesifik 2,57%. Tingkat kelangsungan hidup ikan mas pada semua perlakuan tergolong tinggi, yaitu lebih dari 98,7-100%. Kualitas air selama penelitian memiliki suhu 27,5-28,10C, pH sebesar 7-7,5 dan kadar oksigen terlarut (DO) berkisar 4-4,5 mg/L.
Pemanfaatan Tepung Maggot (Hermetia illucens) sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Pakan Buatan untuk Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Rezah Ariani; Indra Suharman; Adelina Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.170-172

Abstract

Indonesia adalah negara yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perairan kegiatan budidaya ikan salah satu faktornya ditentukan oleh pakan yang diberikan, kebutuhan pakan untuk kegiatan budidaya bisa mencapai 60-70% dari biaya operasional budidaya. Maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan yang cocok dijadikan sebagai pengganti pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya tepung maggot sebagai substitusi tepung ikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 taraf perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Penggunaan tepung maggot 50% (P2) dalam pakan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh benih ikan baung, sehingga dapat menghasilkan kecernaan pakan 56,88%, kecernaan protein 82,14%, efisiensi pakan 51,38%, retensi protein 31,50%, laju pertumbuhan spesifik 4,44%, dan kelulushidupan 90,67%.