Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI DAN KUALITAS KIMIA TANAH PADA PERTAMBANGAN RAKYAT Aryani, Laily; Biyatmoko, Danang; Hadi, Abdul; Asyari, Mufidah
EnviroScienteae Vol 19, No 3 (2023): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 19 NOMOR 3, AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v19i3.17283

Abstract

PERENCANAAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI TANJUNG DEWA DI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Rianawati, Fonny; Asyari, Mufidah; Helmi, Muhammad; Akbari, M. Denny; Ayudila A. P., Prasasty; Muhana, Muriyani
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i2.19772

Abstract

Penelitian perencanaan sosial pengelolaan pantai Tanjung Dewa merupakan penelitian lanjutan dari penelitian potensi dan strategi pengembangan pantai Tanjung Dewa berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pantai Tanjung Dewa. pengelolaan dan pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan Ekowisata yang datanya dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sosial terkait pengelolaan berkelanjutan pantai Tanjung Dewa. Pengumpulan data dilakukan di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap masyarakat awam dan tokoh kunci (kepala desa) yang tinggal di wilayah penelitian. Hampir seluruh responden menunjukkan sikap yang baik terhadap pengembangan pantai Tanjung Dewa menjadi kawasan ekowisata. Namun tingginya sikap responden tidak dibarengi dengan perilakunya terhadap pengembangan tempat wisata tersebut, didukung oleh rendahnya pengetahuan mereka terhadap ekowisata. Perlu dilakukan sosialisasi/sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat setempat mengenai kegiatan pengembangan dan pengelolaan ekowisata di Pantai Tanjung Dewa sehingga akan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi mereka.
PEMETAAN KERAPATAN DAN PENERAPAN METODE DIFERENSIASI OBIA UNTUK DIFERENSIASI JENIS MANGROVE DI KAWASAN TANJUNG PEMANCINGAN, KOTABARU Melkyanus, Melkyanus; Syahdan, Muhammad; Asyari, Mufidah; Sofarini, Dini
EnviroScienteae Vol 20, No 4 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 4, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i4.20470

Abstract

This study aims to identify mangrove species and map the density of mangrove vegetation in the Tanjung Pemancingan area, Kotabaru, using an object-based classification method (OBIA) applied to Sentinel-2 imagery and Unmanned Aerial Vehicle (UAV) data. Mangroves play a crucial role in protecting coastlines from erosion and serving as habitats for various species, making an in-depth understanding of mangrove distribution and types essential for coastal conservation and environmental management. The OBIA method allows for more accurate mapping by considering texture, shape, and more complex spatial patterns compared to traditional pixel-based methods. This study employs the Support Vector Machine (SVM) algorithm in the classification process to enhance the accuracy of mangrove species identification. The analysis utilizes Sentinel-2 satellite imagery with a spatial resolution of 10x10 meters and UAV data for higher resolution. The results show that the NDVI values for mangroves in the study area range from -0.30 to 0.686, which were classified into three canopy density classes: sparse (-0.30 to 0.026), moderate (0.027 to 0.356), and dense (0.357 to 0.686). The OBIA method combined with the SVM algorithm successfully discriminated between seven mangrove species with an overall accuracy (OA) of 72.46%. The identified mangrove species include Avicennia alba, Avicennia marina, Avicennia officinalis, Avicennia rumphiana, Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora apiculata, and Sonneratia alba, with Avicennia rumphiana being the most dominant species, covering an area of 13.87 hectares. The mangrove vegetation density was successfully mapped, providing valuable information that can be used in conservation planning, coastal resource management, and ecotourism development in the area. Furthermore, these results have significant implications for further research in mangrove ecosystem monitoring and the application of remote sensing technology in environmental management.
Priorities of Flickingeria bicostata (J.J.Sm) Orchid Management Strategy in KHDTK Mungku Baru Using SWOT and AHP Approaches Kamaliah, Kamaliah; Arifin, Yudi Firmanul; Abidin, Zainal; Asyari, Mufidah
Journal of The Community Development in Asia Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v8i2.3825

Abstract

Flickingeria bicostata (J.J.Sm) is a wild orchid species found abundantly in the Special Purpose Forest Area (KHDTK) of Mungku Baru, Central Kalimantan. Despite its significant economic potential, it has not received enough attention in research and sustainable management planning. Currently traded in ornamental plant markets without clear management strategies, the species is at risk of overexploitation. This study aims to formulate management priorities using SWOT and AHP approaches, balancing conservation with economic potential. It uses a qualitative approach, with data collected through questionnaires and in-depth interviews. Respondents were selected purposively based on their involvement in managing KHDTK Mungku Baru. The research identified four main strategic priorities: forest patrols for monitoring KHDTK Mungku Baru (Strategy 1, 17%), engaging local communities in collaborative efforts (Strategy 2, 21.3%), formulating climate change-related management policies (Strategy 3, 23.9%), and promoting orchid conservation strategies (Strategy 4, 37.8%). In conclusion, Flickingeria bicostata requires sustainable management strategies, focusing on forest patrols, community involvement, climate change policies, and conservation efforts. The practical implications suggest the need for community-based management policies and enhanced monitoring.
ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT Putri, Mayada; Helmi, Muhammad; Asyari, Mufidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17788

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dan faktor kesenjangan, menganalisis peran gender dalam pengambilan keputusan (decision making), dan membuat rencana aksi dalam saran kebijakan berdasar martiks Gender Analysis Pathway pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang responsif gender di KPH Tanah Laut. Pengumpulan data dilakukan di 3 KTH di Kabupaten Tanah Laut, yaitu KTH Gunung Birah kec Panyipatan, KTH Batu Kura kec Bajuin, dan Gapoktan Sumber Kahuripan kec Ujung Batu. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada anggota KTH yang menjadi respoden sebanyak 59 orang. Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap Ketua masing-masing KTH. Hasil penelitian ini ditemukan kesenjangan gender yang terjadi di 3 KTH tersebut pada 4 faktor analisis kesenjangan yakni faktor akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Tidak diikutsertakannya perempuan dalam kepengurusan merupakan permasalahan pada faktor akses. Selain keterwakilan yang rendah, perempuan juga tidak memiliki kontrol yang signifikan, yang menyebabkan program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan menjadi kurang peka terhadap gender. Ini menunjukkan bahwa rendahnya akses dan partisipasi dari kelompok perempuan akan berdampak pada kontrol dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tersebut. Rata-rata persentase laki-laki dalam pengambilan keputusan adalah 33,65%, perempuan 26,1%, dan seimbang 40,25%.
POTENSI TEGAKAN KARET DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Noor, Yofie Luthfian; Asyari, Mufidah; Suyanto, Suyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.18409

Abstract

Persediaan kayu di hutan alam semakin menipis akibat adanya degradasi hutan. Hal tersebut menjadi masalah yang serius sehingga perlu adanya solusi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kayu yang semakin tinggi. Salah satu sumber penghasil kayu alternatif adalah hutan milik masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi tegakan Karet Desa Telaga Langsat. Penelitian ini menggunakan sampel yang didapat menggunakan plot ukur lingkaran dengan titik awal secara purposif dan dilanjutkan secara sistematis. Sampel yang diambil sebanyak 10 titik lokasi dengan masing-masing lokasi menggunakan 3 plot sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hutan masyarakat di Desa Telaga Langsat bertipe homogen yang ditanami jenis Karet (Hevea brasiliensis) yang tumbuhnya menyebar secara teratur di sekitar pemukiman Masyarakat, dengan potensi tegakan sebesar 623 batang/ha dan volume total 2,195 m3 /ha. Individu terbanyak berada di jalur 3 berjumlah 1000 batang/ha dan Individu terkecil berada di jalur 10 berjumlah 500 batang/ha. Sedangkan potensi tegakan terbesar berada di jalur 1 dengan nilai potensi rata-rata diameter 24,37 cm, LBD 0,047 m2 , dan volume 0,136 m3 per individunya. Untuk potensi tegakan terkecil berada di jalur 10 dengan nilai potensi rata-rata diameter 17,70 cm, LBD 0,025 m2 , dan volume 0,044 m3 per individunya. Berdasarkan nilai potensi tegakan, kayu Karet di Desa Telaga Langsat bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan baku pembuatan arang jika sudah tidak produktif lagi menghasilkan getah karet. Kegiatan penjarangan perlu dilakukan agar pertumbuhan tegakan Karet bisa bagus dan optimal, serta perlu adanya penanaman jenis lain agar tumbuhan di Desa Telaga Langsat lebih bervariasi.