Penelitian ini disusun untuk menguji keterkaitan antara agresivitas verbal dengan kemunculan perilaku cyberbullying pada Generasi Z pengguna TikTok di Kota Bekasi. Maraknya penggunaan TikTok di kalangan generasi muda turut membuka ruang bagi munculnya interaksi yang tidak sehat secara daring, salah satunya cyberbullying, yang diduga sebagian dipicu oleh tingginya kecenderungan agresivitas verbal individu. Desain yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan 120 responden Generasi Z berusia 14-29 tahun berdomisili di Bekasi dan aktif menggunakan TikTok, dijaring melalui purposive sampling. Data dijaring lewat dua instrumen, yakni Cyberbullying Offending Scale (COS) hasil adaptasi dari Hinduja dan Patchin (2015) berisi 9 aitem, serta Verbal Aggressiveness Scale (VAS) hasil adaptasi dari Infante dan Wigley (1986) berisi 20 aitem. Karena data kedua variabel tidak berdistribusi normal, pengujian hubungan memakai korelasi Spearman's rho berbantuan JASP. Hasilnya memperlihatkan koefisien sebesar 0,677 dengan p < 0,001, yang berarti Ha diterima: terdapat hubungan positif yang kuat antara agresivitas verbal dan cyberbullying. Artinya, makin tinggi agresivitas verbal seseorang, makin besar pula kecenderungannya berperilaku cyberbullying. Secara deskriptif, sebagian besar responden (57,50%) berada pada taraf agresivitas verbal sedang, sementara untuk cyberbullying, mayoritas (51,67%) juga pada taraf sedang. Ditemukan pula perbedaan bermakna pada cyberbullying menurut jenis kelamin (p = 0,048) dan usia (p = 0,030), dengan rerata yang lebih tinggi pada laki-laki dan kelompok usia 20-24 tahun.