Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Manajemen Perubahan pada Proyek Lean Six Sigma dalam Peningkatan Mutu dan Kinerja Perusahaan Ayesha Gilang Prahara; Catharina Badra Nawangpalupi
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.871 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v10i2.4064.113-120

Abstract

PT X is a small enterprise producing various types of jute fabric products. As a traditional business, the company still largely rely on the handiness and crafting skills from their workers. Whilst the business competition increases, PT X requires to strengthen the business by improving product quality in an efficient way. Besides high level of defects, PT X has also non-value-added activities in their production resulting in high overtime hours of their workers. Although PT X considers the overtime is acceptable to achieve the production target, there is room for improvement to reduce the defects as well as to shorten the production lead time. This paper aims to tackle the inefficiency and quality of the company. Lean six sigma is proposed to improve the condition and change management is implemented to ensure the commitment and participation of all staff for the success of change. Hence, this paper proposes the combination of change management and lean six sigma to improve production quality, lead time and staff participation. Combining DMAIC methods with change management, a methodology called DMA(C)IC is used with the middle C is for change. The implementation of the integration between change management in lean six sigma has resulted in the reduced number of defects and shorter lead time and the awareness of the workers to improve their working behavior.
Pengaruh Fraksi Volume dan Perlakuan Awal Terhadap Kekuatan Bending Pada Material Komposit Serat TKKS Nur Candra Dana Agusti Candra; Jefri Aldo; Ayesha Gilang Prahara; Agung Tri Noviyanto
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10546

Abstract

This study aims to evaluate the effect of fiber volume fraction and alkali surface treatment on the bending strength of composite materials reinforced with empty fruit bunch (EFB) fibers from oil palm (TKKS). The TKKS fibers were soaked in NaOH solutions with concentrations of 2%, 4%, and 6% for fiber fractions of 20%, 40%, and 60%, respectively. The composite was fabricated using the hand lay-up method with epoxy resin as the matrix and tested using the three-point bending method based on ASTM D790. The test results showed that the 20% volume fraction treated with 2% NaOH yielded the highest average bending strength of 39.59 MPa. Meanwhile, the average strength for 40% and 60% fiber fractions were 31.88 MPa and 30.07 MPa, respectively. These findings indicate that increasing fiber volume fraction does not linearly improve mechanical performance, particularly in flexural loading. It can be concluded that the combination of 20% fiber volume fraction and 2% NaOH treatment provides the best performance in terms of bending strength for TKKS-based composites.
Implementasi Simplified Total Productive Maintenance untuk Meningkatkan Overall Equipment Effectiveness pada UMKM Kerajinan Tekstil: Studi Kasus di PT X Ayesha Gilang Prahara; Jefri Aldo; Nur Candra Dana Agusti
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kerajinan tekstil berbasis mesin sederhana masih menghadapi permasalahan rendahnya keandalan peralatan akibat sistem pemeliharaan yang bersifat reaktif. Kondisi ini berdampak pada tingginya downtime, rendahnya produktivitas, serta ketidakkonsistenan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi awal pemeliharaan mesin produksi di PT X, merancang dan mengimplementasikan Total Productive Maintenance (TPM) yang sesuai dengan karakteristik UMKM, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja mesin menggunakan indikator Overall Equipment Effectiveness (OEE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, serta pencatatan data operasional mesin yang meliputi waktu operasi, downtime, output produksi, dan produk cacat. Implementasi TPM difokuskan pada pilar dasar yang mudah diterapkan pada UMKM, yaitu penerapan 5S, Autonomous Maintenance tingkat awal, dan Focused Improvement pada mesin dengan downtime tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan TPM, nilai OEE mesin produksi sebesar 49,2% dengan tingginya downtime tidak terencana. Setelah penerapan TPM, nilai OEE meningkat menjadi 61,8%, yang ditunjukkan oleh peningkatan komponen Availability, Performance, dan Quality. Selain meningkatkan kinerja mesin secara kuantitatif, penerapan TPM juga meningkatkan keterlibatan operator dalam aktivitas pemeliharaan mandiri dan mendorong perubahan pola pemeliharaan dari reaktif menuju preventif. Hasil ini menunjukkan bahwa TPM yang disederhanakan dan disesuaikan dengan keterbatasan sumber daya efektif meningkatkan keandalan peralatan dan stabilitas proses produksi pada UMKM manufaktur.
Analisa Kerusakan dan Strategi Perbaikan Komponen Pada Mesin Pencacah Batang Jagung Dalam Upaya Mencegah Downtime Nur Candra Dana Agusti Candra; Fendy Thomas; Jefri Aldo; Ayesha Gilang Prahara; Ane Agustiana
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/machinery.v7i1.11761

Abstract

Perawatan pada mesin pemotong diperlukan untuk menjaga kinerja dan mencegah kegagalan tanpa diduga, terutama pada mesin pertanian dengan penggerak mesin bensin. Studi ini bertujuan untuk menganalisa kegagalan umum pada mesin pemotong batang jagung dan mengusulkan strategi perawatan pencegahan terstruktur berdasarkan kondisi lapangan. Metode penelitian meliputi tinjauan pustaka, identifikasi kerusakan, inspeksi fisik, perbaikan kecil, perbaikan sedang, dan evaluasi kinerja pasca perbaikan. Hasil menunjukkan kegagalan yang sering terjadi pada pisau, sabuk V, karburator, saringan, dan poros karena tidak adanya perawatan terjadwal. Perbaikan sedang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kinerja, terutama setelah penggantian sabuk V dan penyetelan karburator. Berdasarkan temuan ini, jadwal perawatan pencegahan (PM) harian, mingguan, dan bulanan dikembangkan untuk meminimalkan waktu henti dan memperpanjang umur mesin. Rencana perawatan ini diharapkan dapat memandu operator dalam menjaga keandalan mesin.