Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kerajinan tekstil berbasis mesin sederhana masih menghadapi permasalahan rendahnya keandalan peralatan akibat sistem pemeliharaan yang bersifat reaktif. Kondisi ini berdampak pada tingginya downtime, rendahnya produktivitas, serta ketidakkonsistenan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi awal pemeliharaan mesin produksi di PT X, merancang dan mengimplementasikan Total Productive Maintenance (TPM) yang sesuai dengan karakteristik UMKM, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja mesin menggunakan indikator Overall Equipment Effectiveness (OEE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, serta pencatatan data operasional mesin yang meliputi waktu operasi, downtime, output produksi, dan produk cacat. Implementasi TPM difokuskan pada pilar dasar yang mudah diterapkan pada UMKM, yaitu penerapan 5S, Autonomous Maintenance tingkat awal, dan Focused Improvement pada mesin dengan downtime tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan TPM, nilai OEE mesin produksi sebesar 49,2% dengan tingginya downtime tidak terencana. Setelah penerapan TPM, nilai OEE meningkat menjadi 61,8%, yang ditunjukkan oleh peningkatan komponen Availability, Performance, dan Quality. Selain meningkatkan kinerja mesin secara kuantitatif, penerapan TPM juga meningkatkan keterlibatan operator dalam aktivitas pemeliharaan mandiri dan mendorong perubahan pola pemeliharaan dari reaktif menuju preventif. Hasil ini menunjukkan bahwa TPM yang disederhanakan dan disesuaikan dengan keterbatasan sumber daya efektif meningkatkan keandalan peralatan dan stabilitas proses produksi pada UMKM manufaktur.