Sistem kontrol pencahayaan otomatis berfungsi penting untuk menjaga kenyamanan visual sekaligus menekan konsumsi energi listrik. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem yang mampu mengatur intensitas penerangan dalam ruangan secara otomatis sesuai perubahan cahaya alami. Sensor cahaya, seperti LDR atau sensor lux, digunakan untuk memantau tingkat iluminansi di sekitar, kemudian datanya diolah menggunakan algoritma kontrol proporsional–integral (PI) agar lampu dapat menyesuaikan nyala secara dinamis sesuai kebutuhan pencahayaan yang diinginkan. Proses pengujian sistem dilakukan melalui simulasi pada MATLAB/Simulink untuk menilai respons kontrol terhadap variasi cahaya alami dalam berbagai kondisi. Selain itu, dilakukan perbandingan antara penggunaan Simulink berbasis blok diagram dan pemodelan melalui coding di MATLAB/Simulink. Simulasi menggunakan blok Simulink memberikan visualisasi yang lebih intuitif, memudahkan identifikasi alur sinyal, serta mempercepat proses perancangan karena setiap komponen dapat disusun secara grafis. Sementara itu, simulasi melalui coding menawarkan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan parameter, lebih mudah untuk dimodifikasi, dan memungkinkan integrasi konsep atau logika kontrol yang lebih kompleks tanpa perlu banyak blok grafis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menjaga pencahayaan tetap stabil, memberikan respons yang cepat terhadap perubahan cahaya lingkungan, serta menghasilkan kesalahan pengaturan yang sangat kecil. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa sistem kontrol ini memiliki potensi besar untuk diterapkan pada ruang kerja maupun ruang belajar guna meningkatkan efisiensi energi serta kenyamanan pengguna.