This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Isa Bella Simanjuntak
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Maternal yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSU Haji Medan Isa Bella Simanjuntak; Khairunnisa Situmorang; Humaida Hanim; Afrida Yanti; Alvi Yani Sinaga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61529

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi. Berbagai faktor maternal, seperti usia ibu, paritas, jarak kehamilan, dan usia gestasi, diketahui berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor risiko maternal dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSU Haji Medan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional serta memanfaatkan data sekunder rekam medis secara retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 122 ibu bersalin pada periode 2022–2025, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test pada tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian BBLR ditemukan pada 26 responden (65,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,016), paritas (p=0,015), jarak kehamilan (p=0,037), dan usia gestasi (p=0,000) dengan kejadian BBLR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor maternal tersebut berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu, penguatan pelayanan antenatal, deteksi dini kehamilan berisiko, serta edukasi kesehatan reproduksi perlu terus ditingkatkan sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.