Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Family-Centered Empowerment Berbasis E-Pocket Book untuk Adherensi TTD Ibu Hamil Ariska Fauzianty; Yasrida Nadeak; Nova Isabella Mariance Br. Napitupulu; Khairunnisa Situmorang; Putri Amelia Situmorang; Azrina Fetta Tanjung; Misno Misno
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/w8b2b597

Abstract

Ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu faktor risiko utama anemia pada ibu hamil yang dapat memicu perdarahan maternal dan stunting. Di Provinsi Sumatera Utara, capaian konsumsi TTD masih berada di angka 71,27%, berada di bawah target nasional sebesar 88,5%. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian keluarga inti (nuclear family) dalam pemantauan konsumsi TTD melalui implementasi Gerakan Family-Centered Empowerment Model di Desa Bangun Rejo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi berbasis E-Pocket Book SIAP-TTD, demonstrasi, dan praktik mandiri (redemonstrasi) kepada 15 pasang ibu hamil dan pendamping keluarga inti. Evaluasi program dilakukan melalui pendekatan dua arah menggunakan instrumen kognitif (pre-test dan post-test) serta lembar observasi psikomotorik. Hasil awal kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada luaran langsung (immediate outcome) peserta. Pengetahuan responden pada kategori "Baik" meningkat drastis dari 20% menjadi 80%. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas psikomotorik pendamping, di mana 67% peserta mencapai kategori "Sangat Terampil" dalam mengoperasikan monitoring calendar secara mandiri. Keterlibatan suami sebagai pendamping utama mencatat persentase dominan sebesar 73%, yang berkontribusi langsung pada penguatan support system domestik serta pencapaian tingkat adherensi TTD harian sebesar 87%. Disimpulkan bahwa integrasi edukasi digital interaktif dan alat pantau visual fisik memberikan luaran langsung yang positif dalam mendorong pergeseran paradigma pengawasan kesehatan rumah tangga menjadi lebih proaktif. Model intervensi hulu ini berpotensi mendukung pencegahan anemia kehamilan dalam jangka panjang (long-term impact). Meskipun demikian, kontribusi klinis riilnya terhadap stabilitas kadar hemoglobin (Hb) tetap memerlukan evaluasi lanjutan secara berkala
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Implant Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Klinik Pratama Elvi Diana Kota Medan 2023 Khairunnisa Situmorang; Ninsah M Putri Sembiring; Humaida Hanim
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8109

Abstract

Salah satu kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah implant. Implant adalah salah satu jenis kontrasepsi yang berupa susuk yang terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormon, dipasang pada lengan atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Kontrasepsi Implant dengan kenaikan berat badan pada Wanita Usia Subur Di Klinik Pratama Elvi Diana Kota Medan Tahun 2023. Desain penelitian adalah analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua akseptor Aktif KB Implant di Di Klinik Pratama Elvi Diana Kota Medan Tahun 2023 sebanyak 44 orang. Jumlah sampel yang digunakan adalah 44 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagian besar penggunaan kontrasepsi implant yang aktif dengan kenaikan berat badan pada wanita usia subur sebanyak 37 responden (84,1%) dan sebagian besar penggunaan kontrasepsi implant yang tidak aktif dengan tidak ada kenaikan berat badan pada wanita usia subur sebanyak 3 responden (6,8%). Berdasarkan hasil uji chi square terdapat penggunaan kontrasepsi Implant dengan Kenaikan berat badan pada akseptor KB dengan nilai P value = 0,007 0,05. Disarankan kepada Akseptor KB untuk berkonsultasi terlebih dahulu dalam pemilihan metode kontrasepsi yang ingin digunakan. Sehingga efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi tersebut tidak menimbulkan masalah.
Faktor Risiko Maternal yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSU Haji Medan Isa Bella Simanjuntak; Khairunnisa Situmorang; Humaida Hanim; Afrida Yanti; Alvi Yani Sinaga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61529

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi. Berbagai faktor maternal, seperti usia ibu, paritas, jarak kehamilan, dan usia gestasi, diketahui berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor risiko maternal dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSU Haji Medan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional serta memanfaatkan data sekunder rekam medis secara retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 122 ibu bersalin pada periode 2022–2025, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test pada tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian BBLR ditemukan pada 26 responden (65,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,016), paritas (p=0,015), jarak kehamilan (p=0,037), dan usia gestasi (p=0,000) dengan kejadian BBLR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor maternal tersebut berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu, penguatan pelayanan antenatal, deteksi dini kehamilan berisiko, serta edukasi kesehatan reproduksi perlu terus ditingkatkan sebagai upaya menurunkan kejadian BBLR.