Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Berdasarkan data WHO tahun 2024 terdapat sekitar 10,7 juta kasus tuberkulosis dan 1,23 juta kematian di seluruh dunia, dengan Indonesia menempati urutan kedua sebesar 10% (1.090.000 kasus). Provinsi Sumatera Utara menduduki posisi ketiga di Indonesia dengan 74.434 kasus, dan di RSU Haji Medan selama 2022–2025 tercatat 1.249 penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada Tn. F dengan tuberkulosis paru di Ruangan Arrijal RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. F, laki-laki berusia 23 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan batuk berdahak bercampur darah, sesak, nyeri saat bernapas, penurunan nafsu makan, dan berat badan menurun dari 60 kg menjadi 54 kg (IMT 15,5 kg/m²). Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan defisit nutrisi. Implementasi dilaksanakan selama 3x24 jam pada 12–14 Maret 2026. Evaluasi menunjukkan seluruh masalah keperawatan belum teratasi sepenuhnya sehingga intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan penerapan asuhan keperawatan yang service excellent membantu memperbaiki kondisi klinis pasien tuberkulosis paru melalui pelayanan yang menyeluruh, terarah, dan berfokus pada kebutuhan pasien.