p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sahnijar Sahnijar
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia di RSU Haji Medan Linda Mardiyanti Waruwu; Nunung Febriany Sitepu; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61735

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat jinak yang sering terjadi pada pria usia lanjut dan dapat menyebabkan gangguan berkemih seperti retensi urine, pancaran urine melemah, sering berkemih, serta rasa tidak tuntas setelah BAK. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien apabila tidak ditangani dengan baik. Tujuan melaksanakan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang Service Excellent pada Tn. A dengan penyakit Benign Prostatic Hyperplasia di Ruangan Thai’f RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif yang menggambarkan secara sistematis proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan instrumen lembar pengkajian. Subjek berfokus pada satu pasien, yaitu Tn. A dengan diagnosis medis BPH. Hasil pengkajian selama tiga hari menghasilkan tiga diagnosis keperawatan yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, dan hipertermia. Implementasi berupa manajemen nyeri, manajemen eliminasi urine, dan manajemen hipertermia terbukti menurunkan nyeri, memperlancar eliminasi urine, dan menurunkan suhu tubuh. Kesimpulan penerapan asuhan keperawatan yang Service Excellent memberikan hasil positif dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Tn. F dengan Tuberkulosis Paru di Ruangan Arrijal RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Frengki Anugerah Eli Gulo; Nunung Febriany Sitepu; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61747

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Berdasarkan data WHO tahun 2024 terdapat sekitar 10,7 juta kasus tuberkulosis dan 1,23 juta kematian di seluruh dunia, dengan Indonesia menempati urutan kedua sebesar 10% (1.090.000 kasus). Provinsi Sumatera Utara menduduki posisi ketiga di Indonesia dengan 74.434 kasus, dan di RSU Haji Medan selama 2022–2025 tercatat 1.249 penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada Tn. F dengan tuberkulosis paru di Ruangan Arrijal RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. F, laki-laki berusia 23 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan batuk berdahak bercampur darah, sesak, nyeri saat bernapas, penurunan nafsu makan, dan berat badan menurun dari 60 kg menjadi 54 kg (IMT 15,5 kg/m²). Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan defisit nutrisi. Implementasi dilaksanakan selama 3x24 jam pada 12–14 Maret 2026. Evaluasi menunjukkan seluruh masalah keperawatan belum teratasi sepenuhnya sehingga intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan penerapan asuhan keperawatan yang service excellent membantu memperbaiki kondisi klinis pasien tuberkulosis paru melalui pelayanan yang menyeluruh, terarah, dan berfokus pada kebutuhan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent pada Pasien Fraktur Tibia di Ruangan Tha'if RSU Haji Medan Erika Adelia Turnip; Eko Murdianto; Rolasnhi Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61868

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Fraktur tibia merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaanlalu lintas dan dapat menimbulkan nyeri, gangguan fungsi fisik, keterbatasan mobilitas, serta risiko komplikasi apabilatidak ditangani secara optimal. Penanganan yang tepat melalui manajemen medis dan asuhan keperawatan diperlukanuntuk mendukung pemulihan pasien. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikalbedah berbasis service excellent pada pasien fraktur tibia di Ruang Tha'if RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode: Studikasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu pasien dengan diagnosis post ORIF open fracture tibia.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan studi literatur,mencakup tahap pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Hasil:Pasien mengalami nyeri akut pasca operasi dengan skala nyeri 6, keterbatasan mobilitas fisik, dan hambatan aktivitassehari-hari. Intervensi meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, edukasi analgesik, latihan ROM,dukungan mobilisasi, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan kondisi pasien dengan mobilisasibertahap dan penurunan keluhan nyeri. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan medikal bedah berbasis serviceexcellent dapat mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, serta mendukung proses pemulihan pasien fraktur tibia.Kata Kunci: Fraktur Tibia; Asuhan Keperawatan; Nyeri Akut; Gangguan Mobilitas Fisik; Service Excellent.