Ariadi Saputra
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK SOSIAL BUDAYA PENGEMBANGAN DUSUN SADE SEBAGAI DUSUN WISATA Ariadi Saputra; Hamidsyukrie; Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 02 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i02.9721

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis budaya membawa dampak yang kompleks dan ambivalen bagi masyarakat adat, terutama dalam aspek sosial dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk dampak sosial budaya yang ditimbulkan oleh pengembangan Dusun Sade sebagai dusun wisata di Kabupaten Lombok Tengah, serta memahami bagaimana masyarakat Sasak di Dusun Sade merespons perubahan-perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dilaksanakan di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk dampak utama: pertama, transformasi mata pencaharian yang menciptakan segmen ekonomi baru namun disertai ketimpangan distribusi manfaat dan ketergantungan pada sektor pariwisata; kedua, pergeseran autentisitas budaya akibat komersialisasi praktik tradisi seperti peresean, gendang beleq, dan nyesek yang mengalami staged authenticity; ketiga, perubahan struktur sosial komunitas yang ditandai munculnya hierarki ekonomi baru sekaligus penguatan solidaritas kolektif. Masyarakat Sade merespons perubahan ini dengan strategi adaptasi yang selektif, mempertahankan elemen inti kebudayaan sambil mengakomodasi tuntutan industri pariwisata. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata budaya memerlukan tata kelola yang memperhatikan keberlanjutan sosial-kultural, bukan hanya pertumbuhan ekonomi.