Fausan Ammar
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Guru Terhadap Penerapan Pendekatan Deep Learning Pada Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Enrekang Fausan Ammar; Supriadi Torro; Rahmi Juwita
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v13i3.87511

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pembelajaran yang bermakna melalui pendekatan Deep Learning. Meskipun demikian, implementasi pendekatan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, sementara kajian yang secara khusus mengungkap persepsi guru sebagai pelaksana utama pembelajaran, terutama pada jenjang sekolah menengah atas, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap penerapan pendekatan Deep Learning pada Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan pendekatan Deep Learning dan memaknainya sebagai proses pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, keterkaitan materi dengan konteks kehidupan nyata, serta pembelajaran yang sadar, bermakna, dan menyenangkan. Implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penggunaan pembelajaran kontekstual, diskusi kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan refleksi. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, serta tingginya beban administrasi guru. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Deep Learning tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru, tetapi juga oleh dukungan kelembagaan, ketersediaan fasilitas, dan penguatan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.