Bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Tahun 2004, menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi masyarakat Aceh dan khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Lhoknga merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Aceh Besar yang berhadapan langsung dengan samudera Hindia berdampak paling parah terhadap bencana saat itu. Setelah 20 tahun bencana berlalu, memori terhadap bencana gempa bumi dan tsunami berangsur hilang di tengah-tengah masyarakat. Minimnya edukasi kebencanaan, terutama di sekolah mampu meningkatkan kerentanan siswa terhadap bahaya tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMAN 1 Lhoknga melalui penyuluhan, simulasi evakuasi, serta pemanfaatan poster mitigasi bencana. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (koordinasi dan penyusunan media edukasi), pelaksanaan (sosialisasi, simulasi evakuasi, dan pemasangan poster), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap bencana gempa bumi dan prosedur penyelamatan diri dan penggunaan jalur evakuasi saat bencana terjadi. Program ini mendorong integrasi edukasi kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah serta pengembangan model Sekolah Siaga Bencana di SMAN 1 Lhoknga. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi gempa bumi.