Kemampuan gerak dasar merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan motorik anak usia sekolah dasar dan menjadi landasan dalam penguasaan berbagai keterampilan olahraga maupun aktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar siswa kelas IV SD Negeri 12 Kampung Lapai, Kota Padang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development-Second Edition (TGMD-2) yang terdiri atas dua subtes, yaitu keterampilan lokomotor dan keterampilan objek kontrol. Keterampilan lokomotor meliputi berlari, gallop, hop, leap, horizontal jump, dan slide, sedangkan keterampilan objek kontrol meliputi memukul bola diam, stationary dribble, menangkap, menendang, melempar, dan menggelindingkan bola. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dan diklasifikasikan berdasarkan norma penilaian yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami keterlambatan perkembangan keterampilan gerak. Pada aspek lokomotor, keterlambatan paling banyak berada pada rentang 3–3,5 tahun, yaitu sebanyak 14 siswa (41%). Pada aspek objek kontrol, keterlambatan paling banyak juga berada pada rentang 2,6–3,5 tahun, yaitu 14 siswa (41%). Secara keseluruhan, distribusi kemampuan gerak dasar menunjukkan bahwa 18 siswa (53%) berada pada kategori Poor, 12 siswa (35%) pada kategori Below Average, 3 siswa (9%) pada kategori Average, dan 1 siswa (3%) pada kategori Very Poor. Tidak terdapat siswa yang berada pada kategori Very Superior, Superior, maupun Above Average. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan gerak dasar siswa kelas IV SD Negeri 12 Kampung Lapai masih perlu mendapatkan perhatian dan stimulasi pembelajaran yang lebih sistematis melalui latihan gerak dasar, permainan yang dimodifikasi, serta pembelajaran PJOK yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa.