Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang secara sembarangan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan saluran air serta serbuk kayu yang jumlahnya banyak dan belum termanfaatkan. Di sisi lain, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap pengelolaan limbah masih menjadi tantangan dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan siswa SMP Nurhidayah melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan pembuatan lilin aromaterapi yang bernilai guna dan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi mengenai dampak limbah minyak jelantah, demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi, praktik secara berkelompok, serta evaluasi melalui observasi dan angket respons peserta. Kegiatan diikuti oleh siswa SMP Nurhidayah dengan pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami dampak negatif pembuangan minyak jelantah, menguasai tahapan pembuatan lilin aromaterapi denan bahan minyak jelaantah dan serbuk kayu sebagai waadah lilin, serta menunjukkan peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Selain menghasilkan produk lilin aromaterapi, kegiatan ini juga menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan wawasan kewirausahaan berbasis pemanfaatan limbah. Program ini berkontribusi dalam mendukung pendidikan lingkungan di sekolah melalui penerapan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R), sekaligus menjadi model edukasi yang aplikatif untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan dan keterampilan hidup siswa