Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep bahasa Pikiran dan Metodologi Kontemporer menurut Perspektif Ferdinand De Saussure Rona Irdina Octavia; Sandi Yudha Saputra; Ni’matul Ula; Moh. Faizin
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10024

Abstract

Abstract: Language and thought are two entities closely related in shaping communication patterns, ways of thinking, and the construction of human knowledge. Language functions not only as a means of communication but also as a means of representing thoughts. Conversely, the human mind requires language to be expressed in a form that others can understand. This relationship has given rise to a variety of interdisciplinary studies, ranging from linguistics and the philosophy of language to cognitive psychology. In contemporary studies, language and thought are no longer viewed separately but as dynamic constructs influenced by social, cultural, and technological contexts. Contemporary methodological developments in the study of language and thought emphasize multidisciplinary approaches, such as critical discourse analysis, neurolinguistics, cognitive psychology, and constructivist approaches. These methodologies aim to understand how language shapes ways of thinking and how thoughts shape language use in everyday life.These studies demonstrate that the relationship between language and thought is reciprocal and mutually influential, relevant for research in the face of scientific developments and modern social change. Thus, the study of language and thought through contemporary methodology not only provides theoretical understanding but also has practical relevance in education, communication, and the development of language-based technology.Keywords: Language, thought, contemporary methodology, cognitive. Abstrak: Bahasa dan pikiran merupakan dua entitas yang memiliki hubungan erat dalam membentuk pola komunikasi, cara berpikir, serta kontruksi pengetahuan manusia. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana merepresentasikan pikiran. Sebaliknya, pikiran manusia membutuhkan Bahasa untuk dapat diwujudkan dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain. Relasi ini melahirkan beragam kajian interdispliner, mulai dari linguistik, filsafat Bahasa, hingga psikologi kognitif. Dalam kajian kontemporer, Bahasa dan pikiran tidak lagi dipandang secara terpisah, melainkan sebagai sebuah kontruksi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan teknologi. Perkembangan metodologi kontemporer dalam kajian Bahasa dan pikiran menekankan pendekatan multidispliner, seperti analisis wacana kritis, neurongilistik, psikologi kognitif, dan pendekatan konstrutifistik. metodologi ini bertujuan untuk memahami bagaimana Bahasa membentuk cara berfikir, serta bagaimana pikiran membentuk penggunaan Bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menunjukan bahwa hubungan Bahasa dan pikiran bersifat timbal balik, saling mempengaruhi, relevan untuk diteliti dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial modern. Dengan demikian, studi Bahasa dan pikiran melalui metodologi kontemporer tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam Pendidikan, komunikasi, serta perkembangan teknologi berbasis Bahasa.Kata Kunci: Bahasa, pikiran, metodologi kontemporer,kognitif.
Aktualisasi Keteladanan (Uswatun Hasanah) Nabi Muhammad SAW dalam Transformasi Moral Pendidikan Islam Dita Mustafidha Azzaro; Carissa Mahdania Doriansyah; Eka Ayu Putri Wardani; Moh. Faizin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4468

Abstract

Keteladanan (uswatun hasanah) Nabi Muhammad SAW merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang memiliki kekuatan transformatif dalam membentuk moral dan karakter peserta didik secara komprehensif. Secara ideal, pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak melalui internalisasi nilai-nilai keteladanan yang dicontohkan Nabi. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan kecenderungan pendidikan yang menitikberatkan aspek kognitif semata, sehingga mengakibatkan terjadinya krisis moral, lemahnya karakter, serta kurangnya figur teladan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji hakikat konsep keteladanan (uswatun hasanah) Nabi Muhammad SAW dalam perspektif pendidikan Islam, menganalisis implementasi nilai-nilai keteladanan dalam transformasi moral peserta didik, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap pembentukan karakter dalam praktik pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswatun hasanah merupakan representasi nilai-nilai akhlak universal yang mencakup kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kasih sayang, yang harus diinternalisasikan dalam proses pendidikan. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan pendidik, dan integrasi dalam kurikulum. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan uswatun hasanah berdampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun moral. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan peran pendidik sebagai teladan serta integrasi nilai-nilai keteladanan Nabi dalam sistem pendidikan Islam guna menciptakan generasi yang berakhlakul karimah dan berkepribadian unggul.