Keteladanan (uswatun hasanah) Nabi Muhammad SAW merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang memiliki kekuatan transformatif dalam membentuk moral dan karakter peserta didik secara komprehensif. Secara ideal, pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak melalui internalisasi nilai-nilai keteladanan yang dicontohkan Nabi. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan kecenderungan pendidikan yang menitikberatkan aspek kognitif semata, sehingga mengakibatkan terjadinya krisis moral, lemahnya karakter, serta kurangnya figur teladan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji hakikat konsep keteladanan (uswatun hasanah) Nabi Muhammad SAW dalam perspektif pendidikan Islam, menganalisis implementasi nilai-nilai keteladanan dalam transformasi moral peserta didik, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap pembentukan karakter dalam praktik pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswatun hasanah merupakan representasi nilai-nilai akhlak universal yang mencakup kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kasih sayang, yang harus diinternalisasikan dalam proses pendidikan. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan pendidik, dan integrasi dalam kurikulum. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan uswatun hasanah berdampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik, baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun moral. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan peran pendidik sebagai teladan serta integrasi nilai-nilai keteladanan Nabi dalam sistem pendidikan Islam guna menciptakan generasi yang berakhlakul karimah dan berkepribadian unggul.