Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya di kalangan mahasiswa, termasuk pada aspek keagamaan dan kualitas ibadah. Media sosial berupa Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan karena mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap penggunaan media sosial, faktor penyebab ketergantungan hingga menurunnya kualitas ibadah, serta potensi program Muslim Cerdas Digital (MCD) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas ibadah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji tersebut dipilih karena data berasal dari dua pengukuran berpasangan pada responden yang sama dan berskala ordinal, dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada mahasiswa PGSD FIP UPI angkatan 2024 dan 2025 yang beragama Islam serta menggunakan media sosial. Populasi penelitian berjumlah 416 orang dengan sampel sebanyak 10%, yaitu 41 responden. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 responden (79,59%) menyatakan kesediaannya mengikuti program MCD. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,201, yang berarti lebih besar dari 0,05 (0,201 > 0,05), sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas penggunaan media sosial mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti program MCD. Meskipun demikian, program MCD tetap memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak. Penelitian berikutnya diharapkan menggunakan pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) serta teknik korelasi untuk menganalisis hubungan antara tingkat ketergantungan media sosial dan kualitas ibadah mahasiswa.