Pesatnya digitalisasi keuangan memberikan kemudahan transaksi melalui e-wallet dan fitur paylater, namun di sisi lain memicu peningkatan perilaku konsumtif di kalangan generasi muda akibat rendahnya indeks literasi keuangan. Pembelajaran ekonomi konvensional sering kali terjebak pada aspek teoretis dan gagal membekali peserta didik dengan kemampuan pengambilan keputusan yang kritis di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran ekonomi sebagai strategi penguatan literasi keuangan digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 17 artikel yang diperoleh dari google scholar dan DOA, penelitian yang relevan dengan fokus pada determinan perilaku keuangan dan inovasi model pembelajaran. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengevaluasi risiko dan pilihan konsumsi digital. Literasi keuangan digital teridentifikasi berperan sebagai mediator krusial yang memperkuat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kualitas keputusan ekonomi. Integrasi media inovatif dan pengalaman nyata dalam struktur PBL terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik manajemen dana pribadi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan di era digital memerlukan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah untuk membentuk karakter finansial yang mandiri dan adaptif. Temuan ini dapat menjadi rekomendasi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran ekonomi yang lebih relevan dengan tantangan era digital.