Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menjadikan masalah nyata sebagai titik awal proses belajar. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), strategi ini berperan dalam mendorong anak untuk aktif mengeksplorasi, berpikir kritis, dan membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, tahapan implementasi, kelebihan, hambatan, serta penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kajian kepustakaan yang dipadukan dengan penelitian lapangan di PAUD Melati III Oelomin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan empat guru kelompok A dan B, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, kemandirian, dan keterampilan sosial-emosional anak melalui kegiatan pemecahan masalah secara kolaboratif. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi guru sebagai fasilitator, kemampuan menyesuaikan masalah dengan tahap perkembangan anak, serta pemanfaatan media pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan anak usia dini melalui pengembangan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.