Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami materi keberagaman agama secara optimal. Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi keberagaman agama di sekolah dasar masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan metode ceramah sehingga peserta didik kurang aktif, mudah merasa bosan, serta mengalami kesulitan dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media KERAG (Kincir Keberagaman Agama) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi keberagaman agama di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Burengan 1 Kota Kediri dengan melibatkan satu guru kelas V dan 28 peserta didik kelas V sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan mampu membantu peserta didik memahami materi keberagaman agama. Hasil angket menunjukkan bahwa 85% peserta didik mengalami kesulitan memahami materi melalui buku paket, 80% merasa bosan selama pembelajaran, 95% antusias terhadap media visual, 90% aktif dalam diskusi, dan 90% tertarik menggunakan media KERAG. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa media KERAG berbasis Problem Based Learning berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman, minat belajar, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran keberagaman agama, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitasnya pada cakupan subjek dan jenjang pendidikan yang lebih beragam guna memperoleh bukti keberlakuan yang lebih luas, serta mengembangkan media melalui integrasi teknologi digital atau fitur interaktif dan mengkaji pengaruh penggunaannya terhadap kemampuan berpikir kritis, sikap toleransi, serta hasil belajar peserta didik.