Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak berbagai sistem sirkulasi udara di dalam kandang terhadap kualitas lingkungan mikro dan produktivitas ayam dara (pullet) galur Lohmann, sekaligus menentukan sistem mana yang paling unggul. Kegiatan riset dilaksanakan di Koperasi Comfeed Makmur, Jawa Timur, dengan subjek ayam pullet berusia 5 hingga 12 minggu. Pendekatan yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mencakup tiga perlakuan, yakni Sistem Ventilasi Terbuka (P1), Terowongan (P2), dan Kombinasi (P3), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur mencakup suhu, kelembaban relatif, laju aliran udara, kadar amonia (NH₃), bobot badan, keseragaman populasi, konsumsi pakan, rasio konversi pakan (FCR), serta angka kematian. Analisis data menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis ventilasi memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P 0.05). Among the treatments, the Combination Ventilation system delivered the most favorable microclimate, recording an average temperature of 23.52°C, relative humidity of 72.00%, air velocity of 1.80 m/s, and ammonia level of 4.11 ppm. Furthermore, this system yielded the highest body weight (1,142.33 g/bird) and the most efficient FCR (3.03). Consequently, Combination Ventilation proved to be more effective than both Open and Tunnel systems in fostering an optimal barn environment and enhancing the overall production performance of Lohmann pullets. Keywords: Lohmann pullets, housing ventilation system, microclimate, production performance..