Dyah Lestari Yulianti
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KETEPATAN WAKTU INSEMINASI BUATAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN KEBUNTINGAN DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Enike Dwi Kusumawati; Syam Rahadi; Fendi Sudianata; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 2 (2018): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.693 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i2.6966

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang-Sub Dinas Unit Pelaksana Teknis IB Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra peternakan rakyat sangat bergantung pada teknik Inseminasi Buatan tersebut. Dengan teknik ini sangat dimungkinkan untuk menghasilkan keturunan sapi yang memiliki daging unggul dengan harga jual yang lebih tinggi daripada sapi lokal, keadaan ini pada akhirnya akan membantu peningkatan ekonomi peternak. Selama pelaksanaan penelitian, input data berupa hari pelaksanaan IB, waktu birahi sapi betina dan waktu pelaksanaan IB. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan IB ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian evaluasi pelaksanaan IB di Kecamatan Gedangan menunjukkan bahwa IB yang dilakukan pada awal birahi memiliki tingkat keberhasilan sebesar 51,3%, pelaksanaan IB pada rentang waktu pertengahan birahi memiliki tingkat keberhasilan 100%, sedangkan pada  tahap akhir birahi memiliki kemungkinan terjadinya konsepsi sebesar 30%. Setelah dilakukan analisa dan penghitungan presentase, maka angka keberhasilan IB di Kecamatan Gedangan adalah 57,37% dan angka ketidakberhasilan IB mencapai 42,63%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh  ketepatan waktu IB terhadap tingkat keberhasilan kebuntingan di Kecamatan Gedangan  Kabupaten Malang. Faktor-faktor penentu keberhasilan IB dalam hubungannya dengan ketepatan waktu IB adalah: kelainan anatomi saluran reproduksi, kelainan ovulasi, sel telur yang abnormal, sperma yang abnormal, dan kesalahan pengelolaan reproduksi.Keywords: artificial insemination, conception rate, estrus, standing heat
Pengaruh Lama Thawing yang Berbeda pada Suhu 25 oC Terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Ongole Enike Dwi Kusumawati; Syam Rahadi; Sugeng Santoso; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.472 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.6538

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama thawing yang berbeda pada suhu 250C untuk mendapatkan kualitas spermatozoa semen beku sapi ongole yang optimal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan Malang. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Setiap perlakuan thawing diberikan ulangan sebanyak 10 sampel semen beku sapi ongole. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama thawing 7, 15, 30 detik pada suhu 25oC memberikan perbedaan pengaruh yang sangat nyata (p<0.01) pada motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa semen beku sapi ongole. Motilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan rata-rata sebesar 40,8%, viabilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan rata-rata sebesar 82,39%, sedangkan abnormalitas terendah diperoleh pada perlakuan P3 dengan rata-rata sebesar 11,95%. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa thawing pada suhu 25oC dengan lama waktu 30 detik memberikan kualitas spermatozoa yang paling baik sehingga disarankan untuk melakukan thawing pada suhu 25oC dengan lama waktu 30 detik. Kata kunci: abnormalias, mortalitas, ongole, thawing, viabilitasABSTRACT This study aims to determine the effect of different thawing time at 250C to get the sperm quality of frozen semen ongole bull. Research conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Faculty Kanjuruhan University of Malang. The method of study by using Completely Randomized Design (CRD) factorial. Any treatment given repeated thawing of frozen samples of 10 times. The study show that treatment with time thawing 7 (P1), 15 (P2), 30 (P3) seconds at 25oC gives a very significant difference (P<0.01) on motility, viability and abnormalities of ongole Bull sperm. The highest motility and viability were obtained at P3 (40,8%) and (82,39%), while the lowest abnormalities obtained on P3 (11,95%). Based on this research it can be concluded that thawing at 25oC with 30 seconds to give the best quality sperm that is recommended for thawing. Keywords: abnormality, motility, ongole, thawing, viabilit
Kualitas Post Thawing Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Suhu 37oC dengan Waktu yang Berbeda Enike Dwi Kusumawati; Syam Rahadi; Sutantri Nurwathon; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.414 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.7152

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan. Materi Penelitian yang digunakan adalah semen kambing PE beku yang didapatkan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan thawing menggunakan air dengan suhu 37°C selama 7, 15, dan 30 detik dengan 10 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas perlakuan pencairan waktu 30 detik pada 37°C (P3) memberikan hasil terbaik adalah motilitas tertinggi 35%, viabilitas tertinggi 65,88%, dan abnormalitas terendah dengan pencairan 30 detik pada 37°C (P3) 18,392% . Namun, perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada motilitas dan viabilitas tetapi memberikan perbedaan yang sangat signifikan pada abnormalitas (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perlakuan lama thawing mempengaruhi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa.Kata Kunci: kambing, motilitas, peranakan etawa, spermatozoa, viabilitasABSTRACTThis study was carried out in the laboratory of Animal Husbandry Faculty Kanjuruhan University. The research material used was frozen sperm PE goat obtained from the Center for Artificial Insemination (BBIB) Singosari Malang. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD). The thawing treatment uses water with a temperature of 37 °C for 7, 15, and 30 seconds with 10 replications. The variables observed were motility, viability, and abnormalities of sperm.The result showed that time thawing treatment of 30 seconds at 37°C (P3) was the highest average motility 35%, the highest average viability 65,881%, and the lowest average abnormality with thawing 7 seconds at 37°C (P1) 18,392%. However, the treatment didn’t show significant different (P>0,05) on motility and  viability but it gave highly significant different on abnormality (P<0,01). The conclusion of this research is that the treatment of time thawing influence motility, viability and increase abnormality.Keywords: abnormality, etawa filial, goat, motility, sperm, viability
ANALISIS PERAN PENYULUHAN TERHADAP PERFORMA AYAM PETELUR DAN PENDAPATAN PETERNAK DI KABUPATEN MOJOKERTO Mochammad Maulana Prastandi; Sri Susilowati; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluhan peternakan terhadap performa ayam ras petelur dan pendapatan peternak di Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilaksanakan pada 08 Desember 2025 sampai 05 Januari 2026 di Kecamatan Ngoro, Trawas, Pungging, dan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah survei komparatif kuantitatif dengan membandingkan dua kelompok peternak, yaitu 13 peternak yang telah mengikuti penyuluhan dan 5 peternak yang belum mengikuti penyuluhan, dengan total populasi ternak sekitar 36.000 ekor. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Independent Sample t-test. Variabel yang diamati meliputi kegiatan penyuluhan (frekuensi, partisipasi, materi, dan tingkat penerapan), performa ayam petelur yang terdiri atas Hen Day Production (HDP), deplesi, dan Feed Conversion Ratio (FCR), serta pendapatan peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak yang mengikuti penyuluhan memiliki rata-rata HDP sebesar 83,12%, lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan sebesar 74,68%. Tingkat deplesi pada peternak yang mengikuti penyuluhan lebih rendah (5–12%) dibandingkan dengan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan (10–15%). Nilai FCR pada peternak yang mengikuti penyuluhan juga lebih efisien (2,0–2,2) dibandingkan kelompok yang tidak mengikuti penyuluhan (2,3–2,4). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan (p < 0,05). Selain itu, peternak yang mengikuti penyuluhan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan. Disimpulkan bahwa penyuluhan peternakan berperan signifikan dalam meningkatkan performa ayam petelur dan pendapatan peternak di Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, peningkatan frekuensi dan kualitas penyuluhan serta pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung efisiensi dan kesejahteraan usaha peternakan ayam petelur. Kata kunci : Penyuluhan Peternakan, Performa Ayam Petelur, Hen Day Production, FCR, Pendapatan Peternak, Mojokerto THE ANALYSIS OF THE ROLE OF LIVESTOCK EXTENSION SERVICES ON LAYING HEN PERFORMANCE AND FARMERS’ INCOME IN MOJOKERTO REGENCYABSTRACTThis study aimed to analyze the role of livestock extension services in improving laying hen performance and farmers’ income in Mojokerto Regency. The research was conducted from December 8, 2025 to January 5, 2026 in Ngoro, Trawas, Pungging, and Pacet Districts, Mojokerto Regency, East Java Province. A quantitative comparative survey method was applied by comparing two groups of farmers: 13 farmers who had participated in extension programs and 5 farmers who had not participated, with a total population of approximately 36,000 laying hens. Data were collected through questionnaires, interviews, and field observations, then analyzed using descriptive statistics and inferential analysis with the Independent Sample t-test. The observed variables included extension activities (frequency, participation, materials, and level of implementation), laying hen performance indicators consisting of Hen Day Production (HDP), depletion rate, and Feed Conversion Ratio (FCR), as well as farmers’ income. The results showed that farmers who participated in extension programs had a higher average HDP (83.12%) compared to those who did not participate (74.68%). The depletion rate among participating farmers was lower (5–12%) than non-participating farmers (10–15%). The FCR value of participating farmers was also more efficient (2.0–2.2) compared to non-participants (2.3–2.4). Statistical analysis indicated that these differences were significant (p < 0.05). Furthermore, farmers who attended extension programs earned higher income than those who did not. In conclusion, livestock extension services play a significant role in improving laying hen performance and farmers’ income in Mojokerto Regency. Therefore, increasing the frequency and quality of extension activities as well as providing continuous assistance are highly recommended to enhance efficiency and farmers’ welfare in laying hen farming. Keyword : livestock extension, laying hen performance, Hen Day Production, Feed Conversion Ratio, farmers’ income, Mojokerto Regency.
PENGARUH LAMA SIMPAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT Asri Octaviana; Umi Kalsum; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Riset yang telah dilakukan memiliki tujuan untuk evaluasi pengaruh lama simpan probiotik L. salivarius dengan bahan penyalut (enkapsulasi) arabinoxylan terhadap total bakteri dan total koloni mikroba tipe bakteri asam laktat (BAL). Metode experimental dipilih dalam riset ini. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan sebanyak 4 dengan 5 kali ripetisi. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 = penyimpanan hari ke-0, P1= penyimpanan hari ke-14, P2= penyimpanan hari ke-28, dan P3= penyimpanan hari ke-42. Analisis data pada riset ini adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan Uji Duncan jika diperoleh perbedaan antar perlakuan. Riset ini memberikan hasil berupa informasi terkait lama simpan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri dan jumlah BAL. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai total bakteri pada PO= 1,5 X 107, P1= 1,6 X 107, P2= 2,1 X 107, P3= 2,3 X 107. Hasil penelitian BAL diperoleh hasil P0= 2,4 X 107, P1= 2,5 X 107, P2= 2,1 X 107, P3= 1,5 X 107. Nilai total bakteri tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 2,3 × 107 cfu/g, sedangkan jumlah BAL terendah diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 1,5 × 107 cfu/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama simpan probiotik L. salivarius terenkapsulasi arabinoxylan berpengaruh sangat nyata terhadap total bakteri dan jumlah bakteri asam laktat. Lama simpan terbaik diperoleh pada penyimpanan hingga 14 hari karena pada periode tersebut nilai TPC masih rendah dan jumlah BAL masih tinggi sehingga kualitas probiotik masih baik.Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, arabinoxylan, bakteri asam laktat, total bakteri. EFFECT OF STORAGE DURATION OF ARABINOXYLAN ENCAPSULATED Lactobacillus salivarius PROBIOTIC ON TOTAL BACTERIAL COUNT AND LACTIC ACID BACTERIA COUNT AbstractThis study aimed to evaluate the effect of the storage period of arabinoxylan-encapsulated Lactobacillus salivarius probiotic on the total bacterial count and the population of lactic acid bacteria (LAB). An experimental method was employed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with five replications. The treatments were as follows: P0 = 0 days of storage, P1 = 14 days of storage, P2 = 28 days of storage, and P3 = 42 days of storage. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test when significant differences among treatments were detected. The results showed that the storage period had a highly significant effect (P < 0.01) on both the total bacterial count and the LAB population. The total bacterial counts were 1.5 × 10⁷, 1.6 × 10⁷, 2.1 × 10⁷, and 2.3 × 10⁷ CFU/g for P0, P1, P2, and P3, respectively. Meanwhile, the LAB counts were 2.4 × 10⁷, 2.5 × 10⁷, 2.1 × 10⁷, and 1.5 × 10⁷ CFU/g for P0, P1, P2, and P3, respectively. The highest total bacterial count was observed in P3 (2.3 × 10⁷ CFU/g), whereas the lowest LAB count was recorded in P3 (1.5 × 10⁷ CFU/g). In conclusion, the storage period of arabinoxylan-encapsulated L. salivarius probiotic had a highly significant effect on both the total bacterial count and the LAB population. The optimum storage period was 14 days, as the Total Plate Count (TPC) remained relatively low while the LAB population remained high, indicating that the probiotic quality was still well maintained.Keywords: Lactobacillus salivarius, arabinoxylan, lactic acid bacteria, total bacterial count.
REGRESI DAN KORELASI DENSITAS TEPUNG IKAN UNTUK PAKAN TERNAK DENGAN PERLAKUAN PEMALSUAN LIMBAH IKAN ASIN TERHADAP NILAI NaCl DAN PROTEIN Alex Priguntoro; Muhammad Farid Wadjdi; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan tepung ikan sebagai bahan pakan ternak berpotensi mendorong praktik pemalsuan melalui penambahan limbah ikan asin yang dapat memengaruhi kualitas fisik dan kimia produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemalsuan terhadap sifat fisik dan kimia tepung ikan, mengetahui hubungan antara densitas dengan kadar protein kasar (PK) dan NaCl, serta menentukan model matematis pendugaannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 pengulangan, yaitu P0 (tepung ikan murni), P1 (5% limbah ikan asin), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%). Parameter yang diamati meliputi kerapatan tumpukan (KT), kerapatan pemadatan tumpukan (KPT), berat jenis (BJ), protein kasar, dan NaCl. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BJ, PK, dan NaCl, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap KT dan KPT. Berat jenis menunjukkan korelasi paling kuat terhadap PK (r=0.822) dan NaCl (r=0.859), sedangkan hubungan antara PK dan NaCl memiliki korelasi sangat kuat (r=0,901). Model regresi terbaik diperoleh pada parameter BJ dengan permsamaan Y = 0,9919x + 47,429 untuk PK dan Y = 0,541x + 1,2409 untuk NaCl. Dengan demikian BJ merupakan parameter densitas yang paling sensitif terhadap perubahan kualitas tepung ikan akibat pemalsuan limbah ikan asin dan berpotensi digunakan sebagai metode screening awal yang cepat dan praktis.. Kata Kunci : densitas, protein kasar, NaCl, tepung ikan, limbah ikan asin. REGRESSION AND CORRELATION OF FISH MEAL DENSITY FOR ANIMAL FEED SUBJECTED TO SALTED FISH WASTE ADULTERATION ON NaCl AND PROTEINAbstractThe increasing demand for fish meal as a livestock feed ingredient may encourage adulteration practices through the addition of salted fish waste, which can affect the physical and chemical quality of the product. This study aimed to evaluate the effects of adulteration on the physical and chemical properties of fish meal, determine the relationship between density, crude protein (CP) and sodium chloride (NaCl) contect, and develop predictive mathematical models. The study employed an experimental method using a Completely Randomized Design with five treatments and three replications was applied: P0 (pure fish meal), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), and P4 (20%). Parameters observed included bulk density, tapped density, spesific gravity, CP, NaCl. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results showed that the treatments had a highly significant effect (P<0,01) on specific gravity, crude protein, and NaCl content, but had no significant effect (P>0,05) on bulk density and tapped density. Specific gravity showed the strongest correlation with crude protein (r=0,822) and NaCl(r=0,859), while crude protein and NaCl exhibited a very strong correlation (r=0,901). The best regression models were obtained using specific gravity, with equations of Y=0,9919x + 47.429 for CP and Y=0,541x + 1,2409 for NaCl. Therefore, Specific gravity was the most sensitive density caused by salted fish waste adulteration and has potential as a rapid and practical preliminary screening method. Keywords: density, crude protein, sodium chloride, fish meal, salted fish meal.
PENGARUH PEMBERIAN ADDITIVE HERBAL TERHADAP INDEKS PERFORMA DAN NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER Khalif Aikal Wisyaputra; Sri Susilowati; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian additive herbal yang terdiri dari rumput laut (Ascophyllum nodosum), adas (Foeniculum vulgare mili), dan beri lima rasa (Schisandra chinensis) terhadap indeks performa dan nilai ekonomis pakan broiler. Penelitian dilakukan selama 40 hari pada 6.600 ekor broiler strain Cobb di PT Dinamika Megatama Citra, Malang, dengan dua perlakuan: kontrol tanpa aditif dan perlakuan dengan aditif herbal (1 ml/L air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, indeks performa, income over feed cost (IOFC), dan nilai ekonomis pakan. Hasil menunjukkan pemberian aditif herbal memberikan perbedaan kecil secara rataan pada semua parameter, dengan konsumsi pakan rata-rata P0=85,73 g/hari/ekor dan P1=77,05 g/hari/ekor; pertambahan bobot badan P0=68,17 g/hari/ekor dan P1=74,83 g/hari/ekor; konversi pakan P0=1,14 dan P1=1,19; indeks performa P0=368,88 dan P1=359,47; nilai ekonomis pakan P0=9.773,11 dan P1=10.767,17; serta IOFC P0=12.304,14 dan P1=11.737,28. Disimpulkan bahwa pemberian aditif herbal pada air minum broiler tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap indeks performa dan nilai ekonomis pakan dibanding tanpa herbal aditif. Kata Kunci : herbal aditif, broiler, indeks performa, nilai ekonomis pakan, IOFC. THE EFFECT OF HERBAL ADDITIVE ADMINISTRATION ON THE PERFORMANCE INDEX AND ECONOMIC VALUE OF BROILER FEED AbstractThis study aims to analyze the effect of herbal additives consisting of seaweed (Ascophyllum nodosum), fennel (Foeniculum vulgare mili), and five-flavored berries (Schisandra chinensis) on the performance index and economic value of broiler feed. The study was conducted for 40 days on 6,600 Cobb strain broilers at PT Dinamika Megatama Citra, Malang, with two treatments: control without additives and treatment with herbal additives (1 ml/L drinking water). The parameters observed included feed consumption, body weight gain, feed conversion, performance index, income over feed cost (IOFC), and economic value of feed. The results showed that the administration of herbal additives gave a small difference on average in all parameters, with an average feed consumption of P0 = 85.73 g/day/head and P1 = 77.05 g/day/head; body weight gain of P0 = 68.17 g/day/head and P1 = 74.83 g/day/head; Feed conversion P0=1.14 and P1=1.19; performance index P0=368.88 and P1=359.47; economic value of feed P0=9,773.11 and P1=10,767.17; and IOFC P0=12,304.14 and P1=11,737.28. It was concluded that the provision of herbal additives in broiler drinking water did not show significant differences in performance index and economic value of feed compared to without herbal additives. Keywords:  additive herbal, broiler, performance index, economic value of feed, IOFC.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK BERBASIS AIR KELAPA TERHADAP PERSENTASE BERAT ORGAN BROILER PASCA TRANSPORTASI Moch Arieffandi Agus Putra; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas pemberian minuman isotonik yang terbuat dari air kelapa terhadap persentase berat organ broiler pasca transportasi. Materi penelitian menggunakan 75 ekor day-old chick (DOC) yang diberi perlakuan mulai umur 21 hari hingga panen dengan pakan komersial produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Broiler ditransportasikan menggunakan mobil pick-up dengan kecepatan kendaraan 60 km/jam pada jarak tempuh 65 km selama 3 jam pada siang hari. Penelitian ini memakai metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang didalamnya terdapat lima perlakuan, yaitu air mineral sebagai kontrol (P1), air gula merah (P2), air garam (P3), air kelapa (P4), dan Coconichick (P5). Coconichick merupakan minuman isotonik broiler yang tersusun atas kombinasi air kelapa, air garam, dan air gula merah. Terdapat lima ekor ayam broiler dalam setiap unit percobaan karena masing-masing perlakuan terdiri dari tiga kali pengulangan. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa persentase berat relatif ginjal, jantung, dan paru-paru ayam broiler selama transportasi tidak terpengaruh secara signifikan (P > 0,05) oleh pemberian berbagai jenis minuman isotonik. Namun demikian, perlakuan air kelapa (P4) secara deskriptif menunjukkan nilai bobot organ yang lebih stabil dibandingkan perlakuan lainnya, yang mengindikasikan adanya kecenderungan dalam membantu mempertahankan keseimbangan fisiologis ayam selama transportasi. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman isotonik berbasis air kelapa belum memberikan pengaruh nyata secara statistik, namun berpotensi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis broiler selama proses transportasi jarak menengah. Penelitian lanjutan disarankan untuk dilakukan dengan kondisi transportasi yang lebih menantang, seperti jarak tempuh yang lebih panjang atau suhu lingkungan yang lebih ekstrem, guna mengoptimalkan evaluasi efektivitas minuman isotonik terhadap respons stres unggas. Kata Kunci : Ayam Broiler, Stres Transportasi, Air Kelapa, Coconichik, Isotonik, Bobot Organ Relatif.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG MINYAK BLACK SOLDIER FLY (BSF) TERPROTEKSI METALOENZIM ZINK DAN SELENIUM TERHADAP ORGAN VISERAL AYAM PETELUR Rio Hendra Pratama; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan berperan penting dalam performa produksi dan status fisiologis ayam petelur, termasuk perkembangan organ viseral yang berfungsi mendukung sistem imun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mengandung minyak Black Soldier Fly (BSF) terproteksi metaloenzim zink dan selenium terhadap bobot organ viseral ayam petelur. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu Juli-Oktober 2025 di Teaching Farm Universitas Islam Malang menggunakan 27 ekor ayam petelur ISA Brown dan diberi pakan secara ad libitum selama 29 hari. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis minyak BSF (0%, 1,5%,dan 3%) dan jenis antioksidan (zink 80 ppm, selenium 0,3 ppm serta kombinasi zink dan selenium). Variabel yang diamati meliputi bobot timus, bursa fabricius, limpa, jantung, paru-paru,  dan empedu. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minyak BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan bobot organ limfoid yaitu, timus, bursa fabricius dan limpa serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot paru-paru namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot jantung dan empedu. Suplementasi zink dan selenium berpengaruh nyata terhadap bobot timus dan limpa. Tidak terdapat interaksi antara minyak BSF dan jenis antioksidan  terhadap seluruh parameter organ viseral. Disimpulkan bahwa minyak BSF tersuplementasi zink dan selenium dapat digunakan dan berpotensi mendukung kesehatan organ viseral serta sistem imun  ayam petelur.Kata Kunci : Minyak Black Soldier Fly terproteksi metaloenzim zink dan selenium, organ viseralTHE EFFECT OF FEEDING DIETS CONTAINING BLACK SOLDIER FLY (BSF) OIL PROTECTED WITH ZINC AND SELENIUM METALLOENZYMES ON THE VISCERAL ORGANS OF LAYING HENSAbstractDiet plays an important role in determining production performance and physiological status of laying hens, including the development of visceral organs that support the immune system. This study aimed to evaluate the effect of dietary supplementation with Black Soldier Fly (BSF) oil supplemented with zinc and selenium on visceral organ weights of laying hens as indicators of health and physiological function. The study was conducted for four months (July–October 2025) at the Teaching Farm of Universitas Islam Malang using 27 ISA Brown laying hens, which were fed ad libitum for 29 days. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design (CRD) with two factors: BSF oil levels (0%, 1.5%, and 3%) and antioxidant types (zinc 80 ppm, selenium 0.3 ppm, and a combination of zinc and selenium). The observed variables included the weights of the thymus, bursa of Fabricius, spleen, heart, lungs, and gall bladder. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that BSF oil supplementation had a highly significant effect (P<0.01) on the weights of lymphoid organs, namely the thymus, bursa of Fabricius, and spleen, and a significant effect (P<0.05) on lung weight, but had no significant effect on heart and gall bladder weights. Zinc and selenium supplementation significantly affected thymus and spleen weights. No interaction was observed between BSF oil and antioxidant type on all visceral organ parameters. It can be concluded that BSF oil supplemented with zinc and selenium is safe and has potential to support visceral organ health and immune system function in laying hens.Keywords: Black Soldier Fly oil supplemented with zinc and selenium metalloenzymes,viceral organs.
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA AYAM KUB DI UPT PEMBIBITAN TERNAK DAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DI MAGETAN Ikfa Sulkhan Hadi; Nurul Humaidah; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endoparasit merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas ayam melalui gangguan kesehatan saluran pencernaan, penurunan penyerapan nutrisi, serta peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis endoparasit dan menentukan tingkat prevalensi infeksi pada ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif  dan hasil yang disajikan dalam bentuk persentase. Sampel berupa 100 feses ayam KUB dipilih secara simple random sampling dari populasi 201 ekor. Variabel yang diamati adalah jenis endoparasit yang ditemukan pada sampel feses ayam KUB serta prevalensi infeksinya. Identifikasi endoparasit dilakukan menggunakan metode natif dan metode apung (flotation), sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat jenis endoparasit berhasil diidentifikasi, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria spp. Dari 100 sampel yang diperiksa ditemukan 31 kejadian infeksi dengan prevalensi total sebesar 15,42%. Sebanyak empat sampel mengalami ko-infeksi sehingga jumlah individu yang benar-benar terinfeksi adalah 27 ekor dengan prevalensi individu sebesar 13,43%. Eimeria spp. memiliki prevalensi tertinggi (7,96%), diikuti Ascaridia galli (3,48%), Heterakis gallinarum (2,99%), dan Capillaria sp. (1,00%). Hasil penelitian ini mengidentifikasi empat jenis endoparasit pada ayam KUB, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria sp. Prevalensi individu sebesar 13,43%, dengan Eimeria sp. sebagai endoparasit dominan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan semi intensif di UPT Pembibitan ternak dan Hijauan Makanan Ternak di Magetan cukup efektif, namun tetap memerlukan biosekuriti, sanitasi, dan pengendalian endoparasit secara berkelanjutan.Kata kunci : Ascaridia galli, Ayam KUB, Endoparasit, Eimeria sp, Prevalensi. IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL ENDOPARASITES IN KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) CHICKENS AT THE LIVESTOCK BREEDING AND FORAGE CENTER OF MAGETAN, EAST JAVA, INDONESIA AbstractEndoparasites are one of the factors that can reduce chicken productivity through digestive tract health disorders, decreased nutrient absorption, and increased susceptibility to disease. This study aims to identify the types of endoparasites and determine the prevalence of infection in chickens in Kampung Unggul IAARD (KUB). The research method is a case study with a descriptive approach and the results are presented in the form of percentages. Samples in the form of 100 feces of KUB chickens were selected by simple random sampling from a population of 201 heads. The observed variables were the type of endoparasite found in KUB chicken feces samples and the prevalence of infection. Endoparasite identification was carried out using native methods and flotation methods, while data analysis was carried out descriptively by calculating prevalence values. The results showed that four types of endoparasites were successfully identified, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria spp. Of the 100 samples examined, 31 incidents of infection were found with a total prevalence of 15.42%. A total of four samples experienced co-infection so that the number of individuals who were actually infected was 27 with an individual prevalence of 13.43%. Eimeria spp. has the highest prevalence (7.96%), followed by Ascaridia galli (3.48%), Heterakis gallinarum (2.99%), and Capillaria sp. (1,00%). The results of this study identified four types of endoparasites in KUB chickens, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria sp. The prevalence of individuals was 13.43%, with Eimeria sp. as the dominant endoparasite. These results show that the semi-intensive maintenance system at the UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak in Magetan is quite effective, but still requires biosecurity, sanitation, and endoparasite control in a sustainable manner..Keywords: Ascaridia galli; Endoparasites; Eimeria spp.; KUB chickens; Prevalence.