Pembelajaran lempar lembing dalam Pendidikan Jasmani di SMA masih menghadapi kendala pada aspek keamanan, keterbatasan sarana, dan kurangnya variasi media pembelajaran. Penggunaan lembing standar dinilai belum sepenuhnya sesuai bagi siswa karena berisiko menimbulkan cedera dan rasa takut saat praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran lempar lembing yang aman, praktis, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa lembing modifikasi berbahan PVC, bola berekor, dan media karet. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang. Uji coba skala kecil melibatkan 34 siswa, sedangkan uji coba skala besar melibatkan 65 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, angket respons siswa, serta uji validitas dan reliabilitas instrumen. Validasi ahli materi, ahli media, dan guru PJOK memperoleh persentase 56,25% dengan kategori cukup layak. Uji validitas menunjukkan 13 butir instrumen valid dari 30 butir awal, sedangkan reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,846 dengan kategori sangat reliabel. Respons siswa pada uji coba skala besar memperoleh persentase 76,17% dengan kategori menarik atau layak. Media pembelajaran lempar lembing yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA, meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada aspek desain, bobot, ukuran, dan kesesuaian dengan teknik lempar lembing.