Status gizi dan kebugaran jasmani merupakan aspek penting dalam menunjang kesehatan, kemampuan fisik, dan kesiapan mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam mengikuti aktivitas akademik maupun praktik olahraga. Mahasiswa Pendidikan Jasmani dituntut memiliki kondisi tubuh yang baik karena berhubungan langsung dengan peran mereka sebagai calon pendidik dan praktisi olahraga. Namun, status gizi normal belum tentu menjamin kebugaran jasmani yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status gizi dan kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa semester 5 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) untuk memperkirakan VO2max. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS Statistics versi 28 setelah melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki status gizi normal, yaitu 29 mahasiswa (72,5%). Namun, tingkat kebugaran jasmani sebagian besar berada pada kategori sangat kurang, yaitu 25 mahasiswa (62,5%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,250 dengan p = 0,121. Karena p > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kebugaran jasmani. Kesimpulannya, status gizi belum terbukti berhubungan signifikan dengan kebugaran jasmani mahasiswa Pendidikan Jasmani. Faktor lain seperti kebiasaan latihan, intensitas aktivitas fisik, pola istirahat, dan gaya hidup kemungkinan lebih berperan dalam menentukan kebugaran jasmani.