Transformasi teknologi komunikasi, meningkatnya interaksi lintas budaya, serta dinamika relasi kuasa menyebabkan praktik lobi dan negosiasi tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan persuasi, tetapi juga pada kemampuan membangun trust, adaptasi komunikasi, dan negosiasi makna antaraktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi strategis dalam mengatasi hambatan lobi dan negosiasi pada konteks komunikasi kontemporer yang semakin kompleks, multistakeholder, dan berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan kerangka PRISMA melalui analisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025. Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan tema-tema utama dalam praktik komunikasi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi dalam lobi dan negosiasi bersifat multidimensional, meliputi fragmentasi informasi, konflik kepentingan, perbedaan budaya, keterbatasan komunikasi digital, relasi kuasa, serta rendahnya trust antaraktor. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi strategis yang efektif dibangun melalui empat elemen utama, yaitu adaptive communication, trust formation, komunikasi dialogis, dan negosiasi makna. Keempat elemen tersebut memungkinkan terciptanya mutual understanding, legitimasi sosial, dan konsensus dalam proses negosiasi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa efektivitas lobi dan negosiasi kontemporer sangat ditentukan oleh kemampuan aktor membangun komunikasi yang adaptif, dialogis, dan berbasis kepercayaan dalam menghadapi kompleksitas multistakeholder dan dinamika masyarakat digital.