Pembelajaran bioteknologi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan industri 4.0 dan kebutuhan dunia kerja berbasis sains serta teknologi. Namun, implementasi pembelajaran bioteknologi di SMK masih menghadapi berbagai tantangan pedagogis dan infrastruktur, seperti keterbatasan laboratorium, rendahnya integrasi teknologi digital, serta kurangnya bahan ajar kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis tren penelitian terkait pembelajaran bioteknologi pada pendidikan vokasi, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Artikel diperoleh dari Google Scholar, Scopus, ERIC, dan ScienceDirect yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Sebanyak 42 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), dan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan model pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, literasi sains, berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan siswa pada pembelajaran bioteknologi. Selain itu, integrasi teknologi digital seperti e-modul, laboratorium virtual, Learning Management System (LMS), dan multimedia interaktif terbukti meningkatkan motivasi belajar serta hasil belajar siswa. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala berupa rendahnya kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru, keterbatasan fasilitas laboratorium, dan minimnya bahan ajar berbasis industri. Oleh karena itu, pembelajaran bioteknologi di SMK perlu dikembangkan melalui integrasi proyek kontekstual, teknologi digital, potensi lokal, dan kolaborasi dengan industri guna mendukung penguatan kompetensi abad ke-21.