Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Saluran Drainase Menggunakan Metode Rasional dan Persamaan Manning di Dusun Situndukang Kabupaten Luwu Utara Nining Pasae; Syaifullah Syaifullah; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8694

Abstract

Drainase merupakan infrastruktur penting dalam pengendalian limpasan air permukaan pada kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dimensi saluran drainase di Dusun Situndukang, Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis hidrologi dan hidraulika. Data yang digunakan meliputi data curah hujan, luas daerah tangkapan air, serta data jumlah penduduk untuk menghitung debit air limbah domestik. Analisis debit limpasan dilakukan menggunakan metode rasional, sedangkan kapasitas saluran dihitung menggunakan persamaan Manning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rencana aliran sebesar 144,264 m³/detik. Berdasarkan hasil analisis hidraulika diperoleh dimensi saluran drainase dengan lebar bawah (b) sebesar 0,90 m, lebar atas (B) sebesar 1,00 m, tinggi saluran (H) sebesar 0,80 m, dan tinggi muka air (h) sebesar 0,75 m. Dimensi saluran tersebut dinilai mampu menampung debit aliran yang terjadi pada kawasan penelitian. Drainage is an important infrastructure for controlling surface runoff in residential areas. This study aims to design the dimensions of a drainage channel in Situndukang Hamlet, Lara Village, South Baebunta District, North Luwu Regency. The research employed a quantitative descriptive method with hydrological and hydraulic analysis approaches. The data used included rainfall data, catchment area size, and population data to calculate domestic wastewater discharge. Runoff discharge analysis was conducted using the Rational Method, while the channel capacity was calculated using the Manning equation. The results showed that the design discharge was 144.264 m³/s. Based on the hydraulic analysis, the drainage channel dimensions obtained were a bottom width (b) of 0.90 m, a top width (B) of 1.00 m, a channel height (H) of 0.80 m, and a water depth (h) of 0.75 m. These channel dimensions are considered capable of accommodating the flow discharge occurring in the study area
Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Sekunder Rinjani Di Desa Taripa Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Desy Pasandak; Indrajaya Indrajaya; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Rinjani di Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap beberapa komponen penilaian yaitu kondisi fisik infrastruktur irigasi, kinerja pelayanan air, serta kinerja kelembagaan pengelola irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik infrastruktur jaringan irigasi mengalami kerusakan sebesar 2,39% dan masih berada dalam kategori sangat baik. Tingkat kecukupan air mencapai 90% yang termasuk kategori sangat cukup, sedangkan tingkat ketepatan pemberian air sebesar 72% yang tergolong baik. Selain itu, kinerja kelembagaan pemerintah dalam pengelolaan irigasi memperoleh nilai 75% yang menunjukkan kondisi yang memadai. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Desa Taripa memperoleh skor 3,5 yang termasuk dalam kategori sangat baik. This study aims to evaluate the performance of operation and maintenance of the Rinjani secondary irrigation channel in Taripa Village, Angkona District, East Luwu Regency. The research method used is a quantitative descriptive approach with data collection through field observations, interviews, and documentation. The analysis was conducted on several assessment components, namely the physical condition of irrigation infrastructure, water service performance, and the institutional performance of irrigation management. The results show that the physical condition of the irrigation network infrastructure experienced damage of 2.39% and is still categorized as very good. The level of water adequacy reached 90%, which falls into the very adequate category, while the accuracy level of water distribution was 72%, categorized as good. In addition, the institutional performance of the government in irrigation management obtained a score of 75%, indicating an adequate condition. Overall, the evaluation results show that the performance of operation and maintenance of the secondary irrigation channel in Taripa Village obtained a score of 3.5, which is classified as very good.