Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Sistem Distribusi Air Bersih Di Desa Komba, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara Zulkifli Armansyah; Indrajaya Indrajaya; Muarif Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sistem distribusi air bersih serta merumuskan strategi pengelolaannya di Desa Komba, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan sistem distribusi air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal Desa Komba memiliki beberapa kekuatan, antara lain ketersediaan sumber air alami dari mata air Salu Buta dan Donga Langi dengan debit air yang relatif stabil, sistem distribusi yang memanfaatkan gravitasi sehingga tidak memerlukan energi listrik, serta partisipasi masyarakat yang tinggi dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan distribusi. Secara eksternal, terdapat peluang berupa dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur air bersih. Berdasarkan hasil analisis SWOT, pengembangan sistem distribusi air bersih di Desa Komba memerlukan strategi yang berfokus pada optimalisasi sumber daya air yang tersedia serta peningkatan infrastruktur distribusi agar pelayanan air bersih dapat lebih merata bagi masyarakat. This study aims to analyze the existing condition of the clean water distribution system and to formulate management strategies in Komba Village, Rongkong District, North Luwu Regency. This research employed a qualitative approach with data collection techniques including field observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the SWOT method (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) to identify internal and external factors influencing the management of the clean water distribution system. The results indicate that internally Komba Village has several strengths, including the availability of natural water sources from the Salu Buta and Donga Langi springs with relatively stable water discharge, a gravity-based distribution system that does not require electrical energy, and strong community participation in the construction and maintenance of the distribution network. Externally, there are opportunities in the form of support from both local and central governments in the development of clean water infrastructure. Based on the SWOT analysis results, the development of the clean water distribution system in Komba Village requires strategies that focus on optimizing available water resources and improving distribution infrastructure in order to provide more equitable clean water services for the community.
Perencanaan Saluran Drainase Menggunakan Metode Rasional dan Persamaan Manning di Dusun Situndukang Kabupaten Luwu Utara Nining Pasae; Syaifullah Syaifullah; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8694

Abstract

Drainase merupakan infrastruktur penting dalam pengendalian limpasan air permukaan pada kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dimensi saluran drainase di Dusun Situndukang, Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis hidrologi dan hidraulika. Data yang digunakan meliputi data curah hujan, luas daerah tangkapan air, serta data jumlah penduduk untuk menghitung debit air limbah domestik. Analisis debit limpasan dilakukan menggunakan metode rasional, sedangkan kapasitas saluran dihitung menggunakan persamaan Manning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rencana aliran sebesar 144,264 m³/detik. Berdasarkan hasil analisis hidraulika diperoleh dimensi saluran drainase dengan lebar bawah (b) sebesar 0,90 m, lebar atas (B) sebesar 1,00 m, tinggi saluran (H) sebesar 0,80 m, dan tinggi muka air (h) sebesar 0,75 m. Dimensi saluran tersebut dinilai mampu menampung debit aliran yang terjadi pada kawasan penelitian. Drainage is an important infrastructure for controlling surface runoff in residential areas. This study aims to design the dimensions of a drainage channel in Situndukang Hamlet, Lara Village, South Baebunta District, North Luwu Regency. The research employed a quantitative descriptive method with hydrological and hydraulic analysis approaches. The data used included rainfall data, catchment area size, and population data to calculate domestic wastewater discharge. Runoff discharge analysis was conducted using the Rational Method, while the channel capacity was calculated using the Manning equation. The results showed that the design discharge was 144.264 m³/s. Based on the hydraulic analysis, the drainage channel dimensions obtained were a bottom width (b) of 0.90 m, a top width (B) of 1.00 m, a channel height (H) of 0.80 m, and a water depth (h) of 0.75 m. These channel dimensions are considered capable of accommodating the flow discharge occurring in the study area
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Dan Limpasan Permukaan Pada Saluran Sekunder Jalan Belimbing Kecamatan Wara Kota Palopo Rahmat Kausar; Indrajaya Indrajaya; Muarif Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8695

Abstract

Drainase merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mengendalikan limpasan air hujan pada kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting dan limpasan permukaan pada saluran sekunder di Jalan Belimbing Kecamatan Wara Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis curah hujan dilakukan menggunakan distribusi Gumbel dan Log Pearson Tipe III untuk memperoleh curah hujan rencana, sedangkan debit banjir rencana dihitung menggunakan metode rasional. Selanjutnya kapasitas saluran eksisting dihitung dan dibandingkan dengan debit banjir rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana pada periode ulang 2 tahun sebesar 0,29 m³/det, periode ulang 5 tahun sebesar 0,46 m³/det, dan periode ulang 10 tahun sebesar 0,57 m³/det. Sementara itu kapasitas saluran eksisting hanya berkisar antara 0,22–0,24 m³/det. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana sehingga diperlukan perencanaan ulang saluran drainase agar dapat menampung limpasan air hujan secara optimal. Drainage is an important infrastructure in controlling rainwater runoff in urban areas. This study aims to analyze the capacity of the existing drainage channel and surface runoff in the secondary drainage channel on Belimbing Street, Wara District, Palopo City. The research method used was a quantitative approach through hydrological and hydraulic analysis. Rainfall analysis was carried out using the Gumbel and Log Pearson Type III distributions to determine the design rainfall, while the design flood discharge was calculated using the Rational method. Furthermore, the capacity of the existing channel was calculated and compared with the design flood discharge. The results showed that the design flood discharge for the 2-year return period was 0.29 m³/s, for the 5-year return period was 0.46 m³/s, and for the 10-year return period was 0.57 m³/s. Meanwhile, the capacity of the existing drainage channel ranged only from 0.22 to 0.24 m³/s. These results indicate that the existing drainage channel capacity is insufficient to accommodate the design flood discharge; therefore, a redesign of the drainage channel is required to optimally convey rainwater runoff.
Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Sekunder Rinjani Di Desa Taripa Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Desy Pasandak; Indrajaya Indrajaya; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Rinjani di Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap beberapa komponen penilaian yaitu kondisi fisik infrastruktur irigasi, kinerja pelayanan air, serta kinerja kelembagaan pengelola irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik infrastruktur jaringan irigasi mengalami kerusakan sebesar 2,39% dan masih berada dalam kategori sangat baik. Tingkat kecukupan air mencapai 90% yang termasuk kategori sangat cukup, sedangkan tingkat ketepatan pemberian air sebesar 72% yang tergolong baik. Selain itu, kinerja kelembagaan pemerintah dalam pengelolaan irigasi memperoleh nilai 75% yang menunjukkan kondisi yang memadai. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Desa Taripa memperoleh skor 3,5 yang termasuk dalam kategori sangat baik. This study aims to evaluate the performance of operation and maintenance of the Rinjani secondary irrigation channel in Taripa Village, Angkona District, East Luwu Regency. The research method used is a quantitative descriptive approach with data collection through field observations, interviews, and documentation. The analysis was conducted on several assessment components, namely the physical condition of irrigation infrastructure, water service performance, and the institutional performance of irrigation management. The results show that the physical condition of the irrigation network infrastructure experienced damage of 2.39% and is still categorized as very good. The level of water adequacy reached 90%, which falls into the very adequate category, while the accuracy level of water distribution was 72%, categorized as good. In addition, the institutional performance of the government in irrigation management obtained a score of 75%, indicating an adequate condition. Overall, the evaluation results show that the performance of operation and maintenance of the secondary irrigation channel in Taripa Village obtained a score of 3.5, which is classified as very good.
Analisis Desain Struktur Dermaga Jetty Menggunakan STAAD.Pro Pada Proyek PT Bumi Mineral Sulawesi Nur Fitria Zalikhah; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Dermaga jetty menggunakan aplikasi STAAD.Pro yang dapat menahan beban operasional dan kondisi laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain teknis dengan mengacu pada SNI, ACI, dan buku pedoman terkait pelabuhan. Pemodelan struktur menggunakan bantuan aplikasi STAAD.Pro untuk mendapat gaya dalam pada setiap elemen struktur. Dari hasil desain aplikasi STAAD.Pro dan perhitungan penulangan menunjukkan bahwa, pelat arah x dengan ukuran 5000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 23 batang dan pelat arah y dengan ukuran 7000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 32 batang. Untuk tulangan lapangan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-226 mm sebanyak 3 batang dan tulangan tumpuan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-160 mm sebanyak 4 batang. Untuk tiang pancang dermaga menggunakan beton dengan diameter 800 mm dan memiliki tulangan utama D20-50 mm sebanyak 16 batang. Dengan menggunakan mutu baja 420 Mpa dan mutu beton 40 Mpa. Dari hasil nilai gaya dalam seperti momen, gaya geser, dan gaya aksial maksimum yang terjadi pada setiap elemen struktur masih berada di bawah batas izin material sehingga struktur dermaga jetty dinyatakan aman. Dengan demikian, penggunaan STAAD.Pro mempermudah proses perhitungan dan memberikan hasil akurat dalam mendesain struktur dermaga jetty. This study aims to design a jetty using the STAAD.Pro application to withstand operational load dan sea conditions. The research method used is quantitative and technical design, referring to SNI, ACI, and port-related manuals. Structural modeling was performed using the STAAD.Pro application to obtain the internal forces in each structural element. The design result using the STAAD.Pro applicatrion and reinforcement calculations indicate that the x-direction plate with dimensions of 5000 mm x 400 mm with D16-216 mm reinforcement bars and y-direction plate with dimensions of 7000 mm x 400 mm with 32 D16-216 mm reinforcement bars. For beam field reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 3 D12-226 mm reinforcement bars and beam support reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 4 D12-160 mm reinforcement bars. For the pier piles using concrete with a diameter of 800 mm and has 16 D20-50 mm main reinforcement bars. Using 420 Mpa steel and 40 Mpa concrete. From the result of the value of internal forces such as moments, shear forces, and maximum axial forces that occur in each structural element are still bellow the material permit limit so that the jetty pier structure is declared safe. Thus, the us of STAAD.Pro simplifies the calculation process and provides accurate results in designing the jetty pier structure.
Pengaruh Penggunaan Fly Ash Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Aspal AC-BC Berdasarkan Analisis Kepadatan Mutlak Nur Fadila; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik campuran aspal AC-BC dengan pemanfaatan fly ash dari Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Piranti Jagad Raya sebagai bahan pengisi (filler) melalui pengujian kepadatan mutlak dan parameter Marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi kadar fly ash yang digunakan dalam campuran yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), kepadatan, serta Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada campuran dengan kepadatan 75 × 2 tumbukan, variasi fly ash sebesar 0% dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% dan 4% tidak memenuhi beberapa parameter Marshall. Pada campuran dengan kepadatan 400 × 2 tumbukan, variasi 0%, 4%, dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% tidak memenuhi beberapa persyaratan. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepadatan normal dan kepadatan mutlak dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat. This study aims to analyze the characteristics of Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) mixtures by utilizing fly ash from the Asphalt Mixing Plant (AMP) of PT. Piranti Jagad Raya as a filler material through absolute density testing and Marshall parameters. This research employed an experimental method. The variations of fly ash content used in the mixture were 0%, 2%, 4%, and 6%. The parameters analyzed included stability, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), density, and Marshall Quotient (MQ). The results showed that for mixtures with a compaction level of 75 × 2 blows, the fly ash variations of 0% and 6% met the technical specifications, while the 2% and 4% variations did not meet several Marshall parameters. For mixtures with a compaction level of 400 × 2 blows, the variations of 0%, 4%, and 6% met the required specifications, whereas the 2% variation did not satisfy several requirements. The correlation analysis results indicated a positive and significant relationship between normal density and absolute density with a significance value of less than 0.05, indicating a very strong correlation between the two variables.
Pengaruh Curing Air Payau Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Sungai Lamasi Nesha Trisedya Amru; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman (curing) menggunakan air payau dan air tawar terhadap kuat tekan mortar dengan menggunakan agregat halus dari Sungai Lamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur mortar 7 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 32 sampel yang terdiri atas variasi perendaman air tawar dan air payau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar yang menggunakan pasir Sungai Masamba memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar dengan pasir Sungai Masamba dalam perendaman air tawar mencapai 251,298 kg/cm² (20,50 MPa), sedangkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi hanya mencapai 156,687 kg/cm² (12,75 MPa). Perendaman menggunakan air payau menyebabkan penurunan kuat tekan pada kedua jenis mortar, yaitu sebesar 9,72% pada pasir Masamba dan 51,74% pada pasir Lamasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik butiran agregat dan tingkat penyerapan air dari masing-masing pasir. This study aims to analyze the effect of curing using brackish water and fresh water on the compressive strength of mortar using fine aggregate from the Lamasi River. The research employed an experimental method using cube-shaped specimens measuring 5 × 5 × 5 cm in accordance with the SNI 03-6825-2002 standard. Compressive strength testing was conducted at mortar ages of 7 and 28 days. A total of 32 specimens were prepared, consisting of variations of fresh water and brackish water curing. The results show that mortar using Masamba River sand has a higher compressive strength compared to mortar using Lamasi River sand. At the age of 28 days, the compressive strength of mortar with Masamba sand cured in fresh water reached 251.298 kg/cm² (20.50 MPa), while mortar with Lamasi sand only reached 156.687 kg/cm² (12.75 MPa). Curing using brackish water resulted in a decrease in compressive strength in both types of mortar, namely 9.72% for Masamba sand and 51.74% for Lamasi sand. This difference is influenced by the characteristics of aggregate particles and the water absorption capacity of each sand type.
Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga Dan Road Condition Index (RCI) Pada Ruas Jalan Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Muh Ikhsan; Indrajaya Indrajaya; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan pada ruas Jalan Balo-Balo di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan metode Bina Marga dan Road Condition Index (RCI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kondisi jalan secara langsung di lapangan sepanjang 1 km yang dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan. Data yang diperoleh meliputi jenis kerusakan jalan, dimensi kerusakan, serta volume lalu lintas harian rata-rata (LHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut antara lain lubang, amblas, dan retak kulit buaya yang tersebar pada beberapa segmen pengamatan. Berdasarkan analisis metode Bina Marga, kondisi perkerasan jalan pada lokasi penelitian tergolong dalam kategori rusak sedang. Sementara itu, berdasarkan metode Road Condition Index (RCI), nilai rata-rata kondisi jalan pada STA 0+000 hingga STA 1+000 sebesar 3,88, sedangkan pada arah sebaliknya diperoleh nilai 5,08, yang menunjukkan bahwa kondisi jalan berada pada kategori buruk hingga sedang dengan permukaan jalan yang tidak rata dan terdapat beberapa lubang. This study aims to analyze the types and levels of road pavement damage on the Balo-Balo road section in Wotu District, East Luwu Regency using the Bina Marga method and the Road Condition Index (RCI). This research employed a quantitative approach through direct field surveys conducted along a 1 km road segment which was divided into several observation sections. The data collected included types of road damage, dimensions of the damage, and the average daily traffic volume (ADT). The results indicate that the types of damage found on the road section include potholes, depressions, and alligator cracking, which are distributed across several observation segments. Based on the Bina Marga method analysis, the pavement condition at the research location is categorized as moderately damaged. Meanwhile, according to the Road Condition Index (RCI) method, the average road condition value at STA 0+000 to STA 1+000 is 3.88, while in the opposite direction the value is 5.08. These values indicate that the road condition falls into the poor to moderate category, characterized by uneven pavement surfaces and the presence of several potholes.
Tinjauan Keandalan Struktur Beton Menggunakan Metode Non-Destructive Testing (NDT) Dengan Hammer Test: Studi Kasus Gedung FISIP Universitas Andi Djemma Ardi Parenta; Muhammad Fikri; Sudirman Sudirman; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan struktur beton pada Gedung FISIP Universitas Andi Djemma menggunakan metode non-destruktif, yaitu Schmidt Hammer Test. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental melalui pengujian langsung di lapangan pada elemen struktur bangunan yang meliputi kolom, balok, pelat, dan sloof. Jumlah titik pengujian terdiri dari 28 titik kolom, 38 titik balok, 38 titik sloof, dan 40 titik pelat yang mengacu pada SNI 03-4430-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton rata-rata pada masing-masing elemen struktur adalah sebesar 18,63 MPa untuk balok, 18,92 MPa untuk kolom, 18,94 MPa untuk pelat, dan 18,63 MPa untuk sloof. Berdasarkan hasil tersebut, mutu beton eksisting masih berada dalam kategori cukup baik dan dinilai masih layak untuk digunakan sesuai fungsi bangunan. This study aims to evaluate the reliability of the concrete structure of the FISIP Building at Andi Djemma University using a non-destructive method, namely the Schmidt Hammer Test. The research method employed is a quantitative experimental approach through direct field testing on structural elements, including columns, beams, slabs, and sloof (tie beams). The number of test points consisted of 28 columns, 38 beams, 38 sloofs, and 40 slabs, referring to SNI 03-4430-1997 standards. The results indicate that the average compressive strength of concrete for each structural element is 18.63 MPa for beams, 18.92 MPa for columns, 18.94 MPa for slabs, and 18.63 MPa for sloofs. Based on these findings, the existing concrete quality is categorized as fairly good and is considered adequate for its intended structural function.
Analisis Kerusakan Saluran Irigasi Primer Menggunakan Metode Rapid Condition Assessment Abdul Rakib; Indrajaya Indrajaya; Syahrul Ramadhan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisik saluran irigasi primer di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, menggunakan metode Rapid Condition Assessment (RCA) serta mengevaluasi pengaruh kerusakan terhadap debit aliran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis hidrolika pada beberapa segmen saluran. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit aliran tertinggi sebesar 193,154 m³/s terjadi pada STA 0+000 segmen S-1, sedangkan debit terendah sebesar 5,083 m³/s terjadi pada STA 0+060 segmen S-1 yang disebabkan oleh sedimentasi berat dan penyempitan penampang saluran. Pola distribusi debit mengindikasikan adanya segmen kritis yang membatasi kapasitas aliran. Analisis bilangan Reynolds menunjukkan bahwa sebagian besar aliran bersifat turbulen, meskipun pada beberapa segmen ditemukan kondisi aliran laminer akibat hambatan sedimen. Secara keseluruhan, kondisi saluran irigasi primer di Kecamatan Bajo memerlukan upaya rehabilitasi melalui normalisasi sedimentasi dan pembersihan vegetasi secara berkala. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas pemeliharaan dan perbaikan jaringan irigasi. This study aims to analyze the physical condition of primary irrigation channels in Bajo District, Luwu Regency, using the Rapid Condition Assessment (RCA) method and to evaluate the impact of structural damage on flow discharge. The research employed a quantitative descriptive approach through field surveys and hydraulic analysis across several channel segments. The results show that the highest discharge, 193.154 m³/s, occurred at STA 0+000 segment S-1, while the lowest discharge, 5.083 m³/s, was found at STA 0+060 segment S-1 due to severe sedimentation and channel cross-sectional narrowing. The discharge distribution pattern indicates the presence of critical segments that limit flow capacity. Reynolds number analysis reveals that most flow conditions are turbulent; however, several segments exhibit laminar flow due to sediment obstruction. Overall, the condition of the primary irrigation channels in Bajo District requires rehabilitation efforts, including sediment normalization and periodic vegetation clearing. These findings are expected to serve as a basis for determining maintenance and rehabilitation priorities in irrigation network management.