Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah menjadi salah satu sumber utama ketidakstabilan politik dan ekonomi global dalam beberapa dekade terakhir. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya memengaruhi stabilitas keamanan internasional, tetapi juga berdampak signifikan terhadap rantai pasok energi dunia, fluktuasi harga minyak, perdagangan internasional, inflasi global, serta ketidakpastian pasar keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi konflik AS–Israel dan Iran terhadap stabilitas ekonomi global serta dampaknya terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui penelusuran berbagai artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dan publikasi ekonomi global yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan meningkatnya volatilitas harga energi dan tekanan inflasi global yang berdampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia. Bagi Indonesia, dampak konflik tercermin pada kenaikan harga impor energi, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, potensi defisit fiskal, serta gangguan terhadap stabilitas perdagangan internasional. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguatan diversifikasi energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan, penguatan cadangan devisa, dan diplomasi ekonomi internasional menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. The escalation of tensions in the Middle East has significantly affected international security stability, global energy supply chains, oil price volatility, international trade, global inflation, and financial market uncertainty. This study aims to analyze the implications of the USA–Israel and Iran conflict on global economic stability and its impact on Indonesia’s economic resilience. The study employs a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method by examining various scientific articles, international institutional reports, and relevant global economic publications. The findings indicate that geopolitical conflicts in the Middle East increase energy price volatility and global inflationary pressures, which weaken global economic growth. For Indonesia, the conflict affects rising energy import costs, pressure on the rupiah exchange rate, potential fiscal deficits, and disruptions in international trade stability. The study also reveals that strengthening energy diversification, industrial downstreaming, food security, foreign exchange reserves, and international economic diplomacy are strategic measures to maintain national economic resilience amid global uncertainty.