Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN TARIAN TRADISIONAL ZAPIN BENGKALIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT KHUSUS DAYA TARIK WISATA DAN BUDAYA Hadi, Firno; Yuwanti, Sri
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v1i3.537

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam seni budaya yang telah dilestarikan secara turun temurun, salah satunya adalah Tari Zapin. Tari Zapin asli atau yang biasa dikenal dengan Tari Tradisional Zapin merupakan salah satu tarian tradisional Melayu yang masih bertahan di Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan tari zapin sebagai atraksi wisata budaya yang hampir punah di era urban saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana sejarah seni Tari Zapin di Kabupaten Bengkalis?; 2) apa saja nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni Tari Zapin?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam strategi pengembangan Tari Zapin Bengkalis terdapat 2 unsur yang berperan besar yaitu Pemerintah dan Masyarakat. Strategi pemerintah adalah mempromosikannya melalui media sosial dan media cetak. Memberikan bantuan keuangan dan kerjasama dengan instansi dan organisasi terkait. Strategi komunitas dengan ikut mendukung kegiatan pengembangan pelatihan Tari Zapin.
Perkembangan Metropolitan Mamminasata: tinjauan kesenjangan aspek sosial-ekonomi dan tata kelola wilayah Yanuar, Muhammad Asyam; Dewi, Retno Sari; Handayani, Wiwandari; Yuwanti, Sri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.60006

Abstract

Mamminasata merupakan wilayah metropolitan yang tumbuh sejak tahun 1980an karena perkembangan Kota Makassar dan berdampak hingga ke wilayah sekitarnya. Metropolitan ini membentuk konstelasi dan memegang peran penting dalam pengembangan kewilayahan tidak hanya lingkup Pulau Sulawesi namun bagi Kawasan Timur Indonesia. Namun demikian, kesenjangan mulai muncul terutama antara wilayah inti, yaitu Kota Makassar dengan Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa (Sangguminasa) dan Kabupaten Takalar sebagai wilayah pinggiran metropolitan. Dengan menggunakan metode komparasi serta analisis deskriptif kuantitatif yang diperkuat secara kualitatif berdasarkan perspektif wilayah, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan antara wilayah inti dan pinggiran pada Metropolitan Mamminasata berdasarkan aspek sosial-ekonomi dan kapasitas tata kelola wilayah. Hasil kajian menegaskan bahwa Kota Makassar sebagai wilayah inti Mamminasata mendominasi pada struktur ekonomi, alokasi investasi, kualitas tenaga kerja, pengeluaran masyarakat, dan kapasitas tata kelola dibandingkan wilayah pinggiran dengan proporsi yang bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa wilayah pinggiran hanya sebagai penyuplai aktivitas dan wilayah inti yang belum optimal dalam memberikan spread effect sehingga membutuhkan upaya-upaya lain untuk mengurangi kesenjangan inti-pinggiran yang masih ada.