Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Marketing Mix dan Pelayanan Prima terhadap Kepuasan Pengunjung dengan Daya Tarik Wisata sebagai Variabel Intervening di Goa Kreo Semarang Guritno, Bambang; Supriyadi, Andhi; Laraswati; Hadi, Firno; Rahayu, Enik
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i2.67325

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh marketing mix terhadap daya tarik wisata, pengaruh pelayanan prima terhadap daya tarik wisata, pengaruh marketing mix terhadap kepuasan pengunjung, pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pengunjung, daya tarik wisata terhadap pengunjung, pengaruh marketing mix terhadap kepuasan pengunjung dengan daya tarik wisata sebagai variabel intervening, dan pengaruh pelayanan prima terhadapan kepuasan pengunjung dengan daya tarik wisata sebagai variabel intervening. Kuisoner yang disebarkan kepada 78 responden, secara spesifik, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah menggunkan model analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data ditunjukan dari uji t, menunjukan bahwa marketing mix berpengaruh positif signifikan terhadap daya tarik wisata sebesar 0,000. Pelayanan prima berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap daya tarik wisata sebesar 0.554. marketing mix berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0.235. Pelayanan prima berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0.000. Daya tarik wisata berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0.027.dan Hasil analisis dengan sobel test calculator for the signification of mediaton kris preacher: hasil analisis dengan sobel tes menunjukan nilai statistik (z Value) untuk pengaruh dan tidak pengaruh Marketing Mix, pelayanan prima terhadap kepuasan pengunjung dengan daya tarik wisata sebagai variabel intervening. Sobel Test Statistic 1,689555266 dan one- tailed probalility dengan angka 0,013806 dan two tailed probability dengan angka 0,023326.
STRATEGI PENGEMBANGAN TARIAN TRADISIONAL ZAPIN BENGKALIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT KHUSUS DAYA TARIK WISATA DAN BUDAYA Hadi, Firno; Yuwanti, Sri
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v1i3.537

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam seni budaya yang telah dilestarikan secara turun temurun, salah satunya adalah Tari Zapin. Tari Zapin asli atau yang biasa dikenal dengan Tari Tradisional Zapin merupakan salah satu tarian tradisional Melayu yang masih bertahan di Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan tari zapin sebagai atraksi wisata budaya yang hampir punah di era urban saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana sejarah seni Tari Zapin di Kabupaten Bengkalis?; 2) apa saja nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni Tari Zapin?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam strategi pengembangan Tari Zapin Bengkalis terdapat 2 unsur yang berperan besar yaitu Pemerintah dan Masyarakat. Strategi pemerintah adalah mempromosikannya melalui media sosial dan media cetak. Memberikan bantuan keuangan dan kerjasama dengan instansi dan organisasi terkait. Strategi komunitas dengan ikut mendukung kegiatan pengembangan pelatihan Tari Zapin.
Cultural and Digital Integration: Revitalization Strategy For Sumbawa Horse Racing As A Sustainable Tourism Destination at Angin Laut Biru Arena: Integrasi Budaya dan Digital: Strategi Revitalisasi Pacuan Kuda Sumbawa sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan di Arena Angin Laut Biru Hadi, Firno; Mansyur, Abdurrahman
RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies Vol. 7 No. 1 (2026): RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies (In Press)
Publisher : Politeknik Assalaam Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52187/rdt.v7i1.383

Abstract

This study examines a critical intervention in revitalizing intangible cultural heritage through digital symbiosis, focusing on the Sumbawa traditional horse race (Bare Spee) at Angin Laut Biru Arena. As a living embodiment of indigenous values including honor (siri'), communal solidarity (menyama braya), and ethno-ecological wisdom, this tradition faces erosion due to generational disconnect, infrastructural neglect, and rigid management practices. Addressing the lack of integrated digital and cultural frameworks for rural heritage, the study employs an immersive qualitative case study approach. Data were triangulated through participatory observation across two event cycles, in-depth interviews with 22 key stakeholders consisting of ritual elders, kebalan jockeys, samara horse masters, local entrepreneurs, and cultural tourists, as well as digital ethnography. The findings identify a tripartite authenticity framework comprising ritual sanctity, socio-familial reciprocity, and embodied equine knowledge. Based on this analysis, the study proposes a Symbiotic Digital Mediation Model implemented through four strategies, namely community-curated digital storytelling by local youth, context-aware augmented reality using QR-based cultural portals with native-language narratives, an integrated digital ecosystem encompassing a heritage portal, blockchain-based ticketing, and a local product e-marketplace, and the use of appropriate lightweight digital tools for event management and documentation. Crucially, the study demonstrates that digital mediation must adhere to cultural subsidiarity so that technology amplifies rather than replaces indigenous epistemologies. The model supports regenerative cultural governance by enabling community-led digital stewardship and offers broader implications for safeguarding living heritage in the digital era.
KNOWLEDGE STRUCTURE OF SUSTAINABLE COMMUNITY BASED TOURISM: A BIBLIOMETRIC AND NETWORK ANALYSIS Mansyur, Abdurrahman; Hadi, Firno
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 21 No 2 (2025): JURNAL PARIWISATA INDONESIA
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study maps the knowledge structure of Sustainable Community Based Tourism (SCBT) through a bibliometric and network analysis using data extracted from the Scopus database on 14 October 2025. The search string “Sustainability” AND “Community Based Tourism” was applied to identify relevant publications. Biblioshiny (R-Studio) was employed to examine publication trends, collaborative networks, and thematic structures within the field. The findings reveal a steady expansion of SCBT research, particularly after 2015, with strong contributions from Asia and increasing interdisciplinary integration. Co authorship and institutional network analyses indicate growing collaboration, though geographical imbalances remain evident. Keyword cluster mapping highlights dominant themes such as community participation, environmental conservation, governance, and digital transformation. The analysis also exposes persistent gaps, including limited cross regional perspectives and insufficient integration of sustainability, technology, and community empowerment into unified frameworks. This study offers a structured overview of the intellectual landscape of SCBT and provides recommendations to guide future research directions.