Kevin Maulana
STIES Babussalam Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Insentif Pajak Terhadap Instrumen Sukuk Ijarah Dalam Pengembangan Pasar Modal Syariah Indonesia Nur Laily Hidayati; Zakiyyah Ilma Ahmad; Kevin Maulana; Jafar Shiddiq
Islamic Banking and Finance Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ibf.v6i1.6100

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of tax incentives on the development of Sukuk Ijarah in Indonesia, specifically during the 2023–2024 observation period. Sukuk Ijarah, as a key instrument in the Islamic capital market, still faces the challenge of potential double taxation due to the application of VAT and income tax on the underlying asset, which may reduce its competitiveness compared to conventional bonds. This study uses a qualitative descriptive method utilizing secondary data sourced from issuer reports, Financial Services Authority (OJK) publications, and applicable tax regulations for the 2023–2024 period. The analysis focuses on evaluating the tax incentive policies provided by the government and their impact on issuer and investor interest in Sukuk Ijarah issuance. The results indicate that despite an increasing trend in sukuk issuance during the study period, the effectiveness of tax incentives has not been fully optimized. The main obstacles lie in the complexity of administrative procedures, limited access to tax facilities, and the lack of specific outreach regarding the tax treatment of Islamic financial instruments. These conditions have resulted in the benefits of tax incentives not being felt evenly by market participants. Therefore, efforts are needed to simplify regulations and increase legal certainty so that the tax burden on Sukuk Ijarah can be equivalent to conventional bonds, so that the principles of fairness and tax neutrality in the national taxation system can be realized.
DETERMINAN KEPATUHAN MASJID DALAM MENERAPKAN PSAK 45 DAN PSAK 101: ANALISIS FAKTOR TATA KELOLA, UKURAN MASJID, DAN KOMPETENSI TAKMIR Mohammad Syafii Budi Santoso; Mohamad Nur Husen; Kevin Maulana
ISTIFADA : Jurnal Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah Vol. 1 No. 02 (2025): ISTIFADA : Jurnal Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/istifada.v1i02.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan masjid di Indonesia dalam menerapkan standar akuntansi yang relevan, yaitu PSAK 45 (Entitas Nirlaba) dan PSAK 101 (Penyajian Laporan Keuangan Syariah). Faktor-faktor determinan yang diuji meliputi kualitas tata kelola (good mosque governance), ukuran masjid, dan kompetensi takmir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 bendahara atau ketua takmir masjid kategori Jami’ di lima kota besar di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tata kelola (β=0.412,p<0.001) dan kompetensi takmir (β=0.358,p<0.001) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan penerapan PSAK. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan yang baik dan kapabilitas individu pengurus adalah pendorong utama modernisasi akuntansi masjid. Secara menarik, penelitian ini menemukan bahwa ukuran masjid, yang diukur dari total aset, tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik (β=0.089,p>0.1). Temuan baru ini menyiratkan bahwa tekanan publik atau skala ekonomi bukanlah faktor utama yang mendorong kepatuhan di sektor masjid, melainkan komitmen internal terhadap tata kelola dan investasi pada pengembangan sumber daya manusia. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya program pembinaan yang berfokus pada penguatan sistem tata kelola dan peningkatan kompetensi akuntansi takmir, terlepas dari besar kecilnya skala masjid