Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Periode Kritis Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) dalam Kompetisi dengan Gulma di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Lalu Nara Andana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0awg8g59

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan periode kritis kacang hijau berkompetisi dengan gulma di lahan kering. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri atas tujuh perlakuan periode tanaman bebas gulma dan bergulma selama 10, 20, 30, 40, 50, 60 dan 70 hari setelah tanam (HST). Parameter pengamatan, meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, populasi gulma, bobot biomas kering tanaman dan bobot biomas kering gulma saat tanaman berumur 21, 35, 49, 63 dan 77 HST. Data dianalisis menggunakan analisis varian dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5% dan uji statistik William’s Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode kritis kacang hijau berkompetisi dengan gulma di lahan kering terjadi pada periode umur 20 - 30 HST. Kacang hijau dapat mentolerir keberadaan gulma di lahan kering hanya sampai umur 30 HST. Penyiangan gulma pada pertanaman kacang hijau pada periode umur 30 - 40 HST, menyebabkan pertumbuhannya tidak bisa dikembalikan ke fase normal. Kacang hijau, yang berkompetisi dengan gulma selama periode umur 30 -70 HST, tidak bisa diselamatkan karena kehilangan hasilnya mencapai 99,094%. Disarankan, penyiangan gulma kacang hijau dilakukan ketika tanaman berumur 20 - 30 HST. Penyiangan tidak dianjurkan setelah kacang hijau berumur lebih dari 30 HST.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Hitam (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.) pada Berbagai Dosis Pupuk NPK Phonska Plus Nabila Ayu Luziantari; Nihla Farida; Aluh Nikmatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/nges7t63

Abstract

Kentang hitam (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif karena kandungan karbohidrat, serat, mineral, dan senyawa bioaktif yang tinggi. Namun, produktivitas tanaman ini masih relatif rendah akibat teknik budidaya yang belum optimal, terutama dalam hal pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk NPK Phonska Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang hitam serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Unram Farming, Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Juli 2025 sampai Februari 2026. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan aras dosis pupuk NPK Phonska Plus yaitu 0, 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350, dan 400 kg/ha dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman, jumlah umbi, berat segar dan berat kering umbi, diameter umbi, serta panjang umbi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5% pada parameter yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 9 minggu setelah muncul tunas dan panen, jumlah daun, berat tanaman, berat umbi, panjang umbi, diameter umbi serta jumlah umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat seiring peningkatan dosis pupuk hingga 200 kg/ha, namun pada dosis yang lebih tinggi terjadi penurunan respon tanaman. Dosis 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil kentang hitam dengan menghasilkan tinggi tanaman saat panen sebesar 146,96 cm dan berat segar umbi sebesar 16,07 ton/ha.