Ari Wibowo
PT. Hibrida Jaya Unggul, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Seleksi Galur Hibrida Mentimun Tipe Lalap (Cucumis sativus L.) Berdasarkan Karakter Fenotipe dan Nilai Heterosis Melani Rahmawati; Sari Megawati; Rajiman Rajiman; Ari Wibowo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/m6cy9s03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi karakter fenotip dan nilai heterosis dari beberapa galur mentimun yang terdiri dari 6 galur hibrida F1 4 galur tetua jantan dan 2 tetua betina. Penelitian dilaksanakan di lahan Teaching Factory Celeban Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Kampus Pertanian, Tahunan Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 7°48'17"S 110°22'54"E. Dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Single plant yakni menanam dan mengamati variabel karakter kuantitatif yaitu diameter batang, umur mulai berbunga, umur mulai panen, diameter buah, panjang buah, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, dan umur simpan buah. Kode mentimun TA-641,TA-642,TA-643,TA-64 4,TA-651,TA-654 dan tetua jantan yaitu 512, 555, 580, 585, 2 tetua betina 363 dan 376. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sementara data kuantitatif menggunakan rumus heterosis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai heterosis dapat dijadikan salah satu dasar dalam memilih hibrida unggul. Hasil analisis karakter antar hibrida dan tetua pada pengamatan karakter kualitatif dan kuantitatif serta seleksi nilai heterosis pada tanaman hibrida (F1). Kandidat hibrida terbaik yang dipilih berdasar kriteria tersebut adalah TA-642. Hibrida TA-642 F1 memiliki keunggulan pada warna buah, bentuk buah, rasa buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan jumlah buah per tanaman.