Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Dosis Pupuk Kandang terhadap Karakter Agronomi Beberapa Varietas True Shallot Seed di Tanah Vertisol Rajiman Rajiman; Ananti Yekti; Sari Megawati; Arif Anshori
JURNAL TRITON Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i1.239

Abstract

Permintaan bawang merah yang meningkat membutuhkan terobosan teknologi peningkatan produktivitas, termasuk di tanah vertisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil True Shallot Seed di tanah vertisol. Penelitian dilaksanakan di Desa Plembutan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul pada September-Desember 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial 3 ulangan. Faktor Pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (T); T1 = 10 ton/ha; T2 = 20 ton/ha; dan T3 = 30 ton/ha. Faktor kedua adalah Varietas (V): V1 = Maserati, V2 = Lokananta, dan V3 = Sanren. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman dan jumlah daun 3, 5 dan 7 mst, bobot segar dan bobot kering oven 6 mst, serta produktivitas. Data dianalisis dengan anova dan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi tidak nyata berinteraksi dengan varietas TSS pada semua parameter. Peningkatan dosis pupuk kandang sapi nyata berpengaruh terhadaap jumlah daun 7 mst, bobot segar tanaman 6 mst, tetapi tidak nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman 3-7, jumlah daun 3 dan 5 mst, bobot kering oven 6 mst dan produktivitas. Produktivitas bawang merah yang terbaik diperoleh pada dosis pupuk kandang sapi 30 ton/ha. Varietas TSS nyata mempengaruhi tinggi tanaman 3-7 dan jumlah daun 7 mst, bobot segar dan bobot kering oven 6 mst, tetapi tidak nyata pada jumlah daun 3 dan 5 mst dan produktivitas. Produktivitas tertinggi pada varietas Lokananta, diikuti Sanren dan Maserati.
KARAKTER AGRONOMI VARIETAS BAWANG MERAH PADA PERBEDAAN JARAK TANAM DI LAHAN SAWAH Rajiman Rajiman; Sari Megawati; I Made Pika Adiwijaya; Nurmala Devi Permata
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 47, No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v47i3.8166

Abstract

The study aimed to determine the adaptability of varieties and spacing of shallots in the rice fields of Sleman Regency to yield. The study used a Factorial Completely Randomized Block Design with 5 replications. The first factor is Variety (V), consisting of V1 = Head, V2 = Crok Kuning, and V3 = Srikayang. The second factor is Planting Distance (J) consisting of J1 = 15 x 15 cm2, J2 = 15 x 20 cm2, J3 = 20 x 20 cm2, and J4 = 25 x 20 cm2.  The results showed that the spacing of plants did not significantly interact with all parameters. The use of shallot varieties significantly affected plant height at 3 and 5 WAP, tuber diameter, and stover productivity in wet and dry conditions but had no significant effect on the number of tillers per clump and stover weight per clump in wet and dry conditions. Spacing treatment significantly affected agronomic characteristics, especially weight of stover per clump in wet and dry conditions; stover productivity in wet and dry conditions, but had no significant effect on plant height 3 and 5 WAP, number of tillers per clump, and diameter. The Srikayang variety produced lower productivity than the Crok Kuning and Tajuk varieties. Increasing the width of the spacing will reduce the productivity of shallots.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BIOURIN TERHADAP KARAKTER AGRONOMI BAWANG MERAH DI TANAH PASIR Sari Megawati; Rajiman Rajiman
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i1.6738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi biourin terhadap karakter agronomi bawang merah di tanah pasir. Penelitian dilaksanakan di Berbah,Sleman pada Juni-Agustus 2021. Penelitian dirancang dalam metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) factorial diulang sebanyak 3 kali. Faktor Pertama : Jenis Biourin (J) yang terdiri dari J1 = kambing, J2 = Sapi, dan J3 = kelinci. Faktor kedua adalah konsentrasi Biourin (B) terdiri dari B1 = 100 ml/liter, B2 = 200 ml/liter dan B3 = 300 ml/liter. Pengamatan menggunakan indikator tinggi tanaman, jumlah daun, produktivitas, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi dan berat kering per umbi. Data dianalisis dengan Sidik Ragam ANOVA dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan jenis dan konsentrasi biourin di tanah pasir berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah umbi dan produktivitas, namun tidak nyata terhadap tiniggi tanaman, jumlah daun, diameter, berat per umbi. Produktivitas kering jemur bawang merah tertinggi pada penggunaan biourin kelinci dengan konsentrasi 200 ml/liter yaitu 99,4 kw/ha. Jumlah umbi yang terbanyak diperoleh pada jenis biourin sapi dan konsentrasi 300 ml/liter yaitu 8,19 umbi
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP KUALITAS BENIH UMBI BAWANG MERAH SELAMA PENYIMPANAN Rajiman Rajiman; S. Megawati; I.M P Adiwijaya; N.D Permata
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v7i1.305

Abstract

This study aims to determine the effect of variety and plant space on shallots seeds quality during storage. The study used a factorial complete randomized block design with 5 replications. The first factor was Variety (V), consisting of V1 = Tajuk, V2 = Crok Kuning, and V3 = Srikayang. The second factor was the plant spacing (J) consisting of J1 = 15cm x 15 cm, J2 = 15 cm x 20 cm, J3 = 20 cm x 20 cm, and J4 = 25cm x 20 cm. The results showed that the use of varieties significantly affects weight loss, germination and vigor. Varieties of Tajuk produce the lowest weight loss, germination and vigor. The crop spacing had a significant effect on weight loss at 3 months, germination of 1 and 3 months, but had no significant effect on 1 and 2 months weight loss and 1-3 months of germination, 2 months of vigor
KERAGAAN BIOMASA BAWANG MERAH VARIETAS TAJUK DENGAN BAHAN PEMBENAH TANAH PADA TANAH REGOSOL Rajiman Rajiman; Sari Megawati; Arif Anshori; I.M.P. Adiwijaya; Assavero Muhammad Fathoni; A Malik
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.4881

Abstract

ABSTRAKTanah regosol umumnya memiliki kesuburan tanah rendah. Upaya perbaikan kesuburan tanah dapat dilakukan menggunakan pembenah tanah Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembenah tanah terhadap biomasa bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta pada Juni-Juli 2023. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) diulang 3 kali. Bahan pembenah tanah dalam perlakuan ini terdiri dari H0:tanpa pembenah (kontrol); H1: pupuk kandang sapi 10 ton/ha; H2: arang sekam 5 ton/ha; H3: asam humat 3 kg/ha; H4: pupuk kandang sapi 5 ton/ha dan arang sekam 2.5 ton/ha; H5: pupuk kandang sapi 5 ton/ha dan asam humat 1.5 kg/ha; H6: asam humat takaran 1.5 kg/ha dan arang sekam 2.5 ton/ha dan H7: pupuk kandang sapi takaran 3.3 ton/ha; asam humat 1 kg/ha dan arang sekam 1.6 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan pembenah tanah tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil daun, kadar air relatif (KAR) daun, biomasa/rumpun (berat brangkasan segar dan kering jemur, umbi segar dan kering jemur; daun segar dan kering), berat/umbi dan jumlah anakan, namun berpengaruh nyata pada diameter umbi dan tinggi tanaman 3 dan 5 MST. Perlakuan H4 memberikan diameter umbi yang paling besar dibanding perlakuan yang lain, yaitu sebesar 28.16 mm.  ABSTRACTRegosol generally has low soil fertility. Efforts to improve soil fertility can be carried out using soil amendments. The aim of the research is to determine the effect of soil amendments on shallot biomass. The research was conducted in Kapanewon Kalasan, Sleman Regency, D.I. Province. Yogyakarta in June-July 2023. The research design used a randomized block design (RAK) repeated 3 times. The soil amendment materials in this treatment consisted of H0: no amendment (control); H1: cow manure 10 tons/ha; H2: husk charcoal 5 tons/ha; H3: humic acid 3 kg/ha; H4: cow manure 5 tonnes/ha and husk charcoal 2.5 tonnes/ha; H5: cow manure 5 tons/ha and humic acid 1.5 kg/ha; H6: humic acid at a rate of 1.5 kg/ha and husk charcoal at a rate of 2.5 tonnes/ha and H7: cow manure at a rate of 3.3 tonnes/ha; humic acid 1 kg/ha and husk charcoal 1.6 tons/ha. The results showed that soil amendments had no significant effect on the number of leaves, leaf chlorophyll, relative water content (KAR) of leaves, biomass/clump (weight of fresh and sun-dried stover, fresh and sun-dried tubers; fresh and dry leaves), weight/ tubers and number of tillers, but had a significant effect on tuber diameter and plant height at 3 and 5 WAP. The H4 treatment provided the largest tuber diameter compared to the other treatments, namely 28.16 mm. 
KEUNGGULAN KARAKTER AGRONOMI MENTIMUN VARIETAS RTS 23 Khasanah, Deah Anisatun; Rajiman, Rajiman; Megawati, Sari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3876

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produktivitas dilakukan dengan cara menyediakan varietas yang mempunyai keunggulan daya hasil tinggi dan ukuran sedang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keunggulan karakter agronomi mentimun varietas RTS 23. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai Januari 2024 di Kebun Riset CV Tunas Java Mandiri, Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 4 perlakuan yang terdiri dari varietas RTS 23, varietas CU 699, varietas Monroe, dan varietas Ethana dengan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan BNJ 5%. Mentimun varietas RTS 23 mempunyai keunggulan karakter agronomi berupa kulit buah tipis berkisar 4,82-5 mm, daya simpan buah lebih lama yakni berkisar 5-7 hari setelah panen, dan produktivitas rerata 15,61 ton/ha dan cocok ditanam pada musim kemarau.
PENGARUH VARIETAS TERHADAP HASIL KACANG PANJANG (Vigna unguiculata L.) DI TANAH REGOSOL Topan, M. Takwir; Rajiman, Rajiman; Megawati, Sari
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 2 (2024): Desember 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i2.15079

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas terhadap hasil kacang panjang di tanah regosol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2024 di kebun riset PT. Hibrida Jaya Unggul, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap 4 perlakuan yang terdiri dari calon varietas JS KCP 03, varietas Anjani, varietas Zalva, dan varietas Gultor dengan 4 ulangan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan BNJ 5%. Berdasarkan hasil pengamatan pada karakter kuantitatif beberapa varietas menunjukkan bahwa perlakuan varietas berbeda nyata terhadap parameter panjang polong, diameter polong, bobot per polong, jumlah biji per polong, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, dan produktivitas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter umur berbunga dan umur panen.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP BIOMASA, KLOROFIL, DAN KADAR AIR RELATIF DAUN BAWANG MERAH FASE VEGETATIF Rajiman, Rajiman; Megawati, Sari; Anshori, Arif; Martini, Tri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3954

Abstract

The aim of this study was to study the effect of plant spacing and variations of inorganic fertilizers on the biomass, chlorophyll, and relative moisture content of shallots in the vegetative growth phase. The research was conducted in May–June 2023 in Plembuatan Village, Playen District, Gunungkidul Regency, D.I. Yogyakarta. The study used a Complete Factorial Randomized Block Design with 3 replications. The first factor is the spacing (J), consisting of: J1 = 10x10 cm2, J2 = 10x15 cm2, J3 = 10x20 cm2, and J4 = 15x15 cm2. The second factor is the variation of inorganic fertilizers consisting of: N1 = basic fertilize of NPK Phonska r 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, follow-up I and II NPK Phonska 75 kg/ha, N2 = basic fertilizer of NPK Phonska 250 kg/ha, SP -36 150 kg/ha, follow-up I and II urea 25 kg/ha, N3 = basic fertilizer of NPK Phonska 400 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, follow-up I and II urea 25 kg/ha, and N4 = basic fertilizer of NPK phonska 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, follow-up I and II urea 25 kg/ha and KCl 18.75 kg/ha. The results showed that the spacing treatment and fertilizer variation significantly interacted with the parameters of plant height, number of leaves, oven dry weight per clump, chlorophyll a content, chlorophyll b content, total chlorophyll content and relative moisture content of leaf aged 4 WAP, but did not significantly interact with fresh weight per clump. The increase in plant spacing and variations in inorganic fertilizers did not significantly affect plant height, number of leaves and wet weight per clump. Keywords: Biomass, Chlorophyll, and Inorganic Fertilizers INTISARIPenelitian bertujuan mengetahui pengaruh jarak tanam dan variasi pupuk anorganik terhadap biomasa, klorofil, dan kadar air relatif daun bawang merah pada fase pertumbuhan vegetatif. Penelitian dilaksanakan bulan Mei–Juni 2023 di Desa Plembuatan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama jarak tanam (J), terdiri : J1 = 10x10 cm2, J2 = 10x15 cm2, J3 =10x20 cm2, dan J4 = 15x15 cm2. Faktor kedua  variasi pupuk anorganik terdiri : N1 =  Pupuk dasar NPK phonska 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, susulan I dan II  NPK Phonska 75 kg/ha, N2 =  Pupuk dasar NPK phonska 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha,  susulan I dan II   urea 25 kg/ha, N3 =  Pupuk dasar NPK phonska 400 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, susulan I dan II  urea 25 kg/ha,  dan N4 =  Pupuk dasar NPK phonska 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, susulan I dan II urea 25 kg/ha dan KCl 18,75 kg/ha. Hasil penelitian menghasilkan perlakuan jarak tanam dan variasi pupuk nyata berinteraksi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering oven per rumpun, kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan klorofil total dan kadar air relatif daun bawang umur 4 MST, tetapi tidak nyata berinteraksi terhadap bobot basah per rumpun. Peningkatan jarak tanam maupun variasi pupuk anorganik tidak nyata mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah per rumpun. Kata Kunci : Biomasa, Klorofil, dan Pupuk Anorganik.
Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Paria (Momordica charantia L.) di Dataran Rendah Huda, Nabila Farah; Megawati, Sari; Rajiman, Rajiman
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v4i02.1582

Abstract

Bitter melon (Momordica charantia L.) is a commodity with quite high market demand and requires the fulfillment of seed needs that are in accordance with farmer preferences. This study aims to determine the superiority of qualitative and quantitative characters of several varieties of bitter melon in the lowlands. This study was conducted from October 2024 to January 2025 at the Trial Land of CV Trias Putra Agro Maju Sejahtera in Bakalan Lor Hamlet, Bligu Village, Ngluwar District, Magelang Regency, Central Java. The method used in this study was a Completely Randomized Block Design (RAKL) consisting of 4 variety treatments including PA-A = Yunan, PA-B = Sultan, PA-C = PA 001, and PA-D = Trinity. Data were analyzed using analysis of variance and continued with the BNJ Test with a level of 5%. The results showed a significant effect on all quantitative parameters such as harvest age, fruit length, fruit diameter, productivity, and storage life. From the study, it can be concluded that the PA 001 variety of bitter melon has qualitative character advantages in the form of leaf shape, leaf blade, leaf apex shape, nodule shape, fruit base shape, and fruit tip shape. The Yunan variety has qualitative advantages in the form of leaf base shape. The Sultan variety has qualitative advantages in the parameters of fruit shape and fruit serration. The Trinity variety tends to excel in qualitative characters such as flower shape. In addition, the PA 001 variety has quantitative advantages in the form of fruit diameter and storage capacity which are significantly different compared to the Yunan, Sultan and Trinity varieties. The PA 001 variety and the Yunan variety obtained significantly different results in the parameters of age from harvest, fruit length, and productivity compared to the Sultan and Trinity varieties
Peran Kelompok Tani dalam Pengolahan Limbah Hidrosol Menjadi Pestisida Nabati di Kalurahan Semoyo: Penelitian Siti Nur Anisah; Ina Fitria Ismarlin; Sari Megawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.867

Abstract

This study aims to determine the level of each variable of learning classes, cooperation vehicles, production units, and treatment of citronella waste and to determine the role of farmer groups in processing citronella waste into vegetable pesticides. The method used in study is a descriptive quantitative method using questionnaires as a research instrument. This study was carried out from November 2024 to March 2025 in Semoyo Village. The selection of the location was carried out by purposive sampling. The sample used in this study was a saturated sample totaling 56 people. The results of the study showed that the role of farmer groups in processing citronella waste into vegetable pesticides in Semoyo Village as learning class was with the value 65,3% and as a vehiche for cooperation was categorized as medium with values 57,6% and groups as production units in the medium category with value 67,3% and the level of processing of citronella waste in the category medium with values 71,1%. Simultaneously, the role of farmer groups as learning classes and cooperation vehicles does not have a significant of citronella waste, while groups as a production unit has a significant effect on the processing of citronella waste.