Dewi Sari Pratiwi
Program Studi S1 Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Mitigasi Struktural Dan Nonstruktural Untuk Pengurangan Risiko Bencana Di Indonesia : Systematic Literature Review Lira Frisky; Noviati; Dewi Sari Pratiwi; Nawawi; Sry Wahyu Ningsi; Soliha Rahma Dina; Nova Dwi Asri; Reski Nur Amaliyah; Samsidar; Ashmi Septika Jaya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1474

Abstract

Indonesia menghadapi risiko bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, dan iklim yang dinamis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep, bentuk penerapan, dan integrasi mitigasi struktural dan nonstruktural dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada Google Scholar, EBSCO, PubMed, SpringerLink, dan portal jurnal terbuka untuk publikasi tahun 2019–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian yang membahas mitigasi bencana, tersedia dalam teks lengkap, dan diterbitkan pada jurnal ilmiah. Setelah proses penyaringan dan seleksi, diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis menggunakan simplified approach, yaitu sintesis tematik melalui pengelompokan dan perbandingan hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa integrasi mitigasi struktural, seperti tanggul dan shelter, dengan mitigasi non struktural, seperti edukasi, sistem peringatan dini, dan penguatan kelembagaan masyarakat, merupakan pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Namun, implementasinya masih terkendala kesenjangan regulasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola kolaboratif, modernisasi sistem peringatan dini, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan