Ridha Annisa Hakim
Prodi D3 Kebidanan, Fakultas Kesehatan Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Klaten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRIAS DISTRES PADA IBU HAMIL : ANALISIS DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES BERBASIS DASS Endang Wahyuningsih; Dewi Susilowati; Ridha Annisa Hakim Annisa Hakim
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2590

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek asuhan antenatal yang masih sering terabaikan, padahal periode perinatal merupakan fase rentan terjadinya gangguan psikologis berupa depresi, kecemasan, dan stres yang saling berkaitan dan sebagai trias distres. Data nasional melaporkan prevalensi gangguan mental umum pada ibu hamil mencapai 12,6%, sementara praktik skrining rutin di layanan antenatal Indonesia belum dilakukan secara konsisten karena tenaga kesehatan lebih berfokus pada aspek fisik kehamilan. Kondisi ini berisiko menyebabkan gejala psikologis berlanjut hingga masa nifas, mengganggu ikatan ibu-bayi, serta menurunkan kualitas hidup ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran trias distres, yaitu depresi, kecemasan, dan stres, pada ibu hamil trimester I sampai III menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21). Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 43 ibu hamil yang diperoleh melalui teknik consecutive/purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,2% responden mengalami gejala depresi bermakna, 51,2% mengalami gejala kecemasan bermakna, dan 25,6% mengalami gejala stres bermakna, dengan kategori sangat parah tertinggi ditemukan pada domain kecemasan (20,9%) dibandingkan depresi (2,3%) dan tidak satu pun pada domain stres. Pola ini menunjukkan bahwa kecemasan merupakan komponen trias distres yang paling menonjol, baik dari sisi prevalensi maupun keparahan, diikuti oleh depresi, sementara stres menjadi komponen dengan beban gejala paling ringan pada populasi yang diteliti. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan skrining psikologis rutin, khususnya deteksi kecemasan antenatal, sebagai bagian integral asuhan kebidanan, yang perlu diikuti dengan edukasi, konseling yang menguatkan, dan penguatan dukungan keluarga, guna mencegah dampak lanjut pada luaran maternal dan neonatal.
Pemetaan Bukti Ilmiah Edukasi Gizi dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil : Scoping Review Ridha Annisa Hakim; Maryam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1656

Abstract

Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan maternal global yang berdampak signifikan terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan anak. Edukasi gizi dipandang sebagai salah satu modalitas intervensi non-klinis strategis untuk memitigasi risiko tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai fokus, modalitas, dan karakteristik intervensi edukasi gizi bagi ibu hamil dan wanita prakonsepsi dalam konteks pencegahan serta manajemen anemia di negara berkembang. Tinjauan ini menerapkan kerangka kerja Arksey dan O'Malley serta pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran artikel primer publikasi 2021–2026 dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Springer Nature Link. Karakteristik studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Tujuh artikel terpilih mencakup variasi jenis studi kuantitatif (cross-sectional, case-control, RCT), kualitatif, dan mixed methods. Studi-studi tersebut dilaksanakan di beberapa negara berkembang meliputi Arab Saudi, Etiopia, Nepal, Lebanon, dan Kenya. Sintesis data mengidentifikasi tiga bentuk intervensi edukasi gizi utama: (1) penyuluhan kesehatan individu maupun kelompok oleh tenaga kesehatan atau multidisiplin, (2) edukasi berbasis pelibatan komunitas dan keluarga, serta (3) pemanfaatan media edukatif seperti instrumen berbasis gambar dan platform digital (Health). Intervensi edukasi gizi melalui diversifikasi media, optimalisasi pangan lokal, penyuluhan interprofesional, serta penguatan dukungan sosiokultural keluarga berpotensi mendukung peningkatan kepatuhan suplementasi besi dan perbaikan status hemoglobin ibu hamil. Pendekatan kolaboratif yang integratif menjadi strategi krusial dalam memperkuat asuhan kebidanan di fasilitas kesehatan primer.