Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan maternal global yang berdampak signifikan terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan anak. Edukasi gizi dipandang sebagai salah satu modalitas intervensi non-klinis strategis untuk memitigasi risiko tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai fokus, modalitas, dan karakteristik intervensi edukasi gizi bagi ibu hamil dan wanita prakonsepsi dalam konteks pencegahan serta manajemen anemia di negara berkembang. Tinjauan ini menerapkan kerangka kerja Arksey dan O'Malley serta pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran artikel primer publikasi 2021–2026 dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Springer Nature Link. Karakteristik studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Tujuh artikel terpilih mencakup variasi jenis studi kuantitatif (cross-sectional, case-control, RCT), kualitatif, dan mixed methods. Studi-studi tersebut dilaksanakan di beberapa negara berkembang meliputi Arab Saudi, Etiopia, Nepal, Lebanon, dan Kenya. Sintesis data mengidentifikasi tiga bentuk intervensi edukasi gizi utama: (1) penyuluhan kesehatan individu maupun kelompok oleh tenaga kesehatan atau multidisiplin, (2) edukasi berbasis pelibatan komunitas dan keluarga, serta (3) pemanfaatan media edukatif seperti instrumen berbasis gambar dan platform digital (Health). Intervensi edukasi gizi melalui diversifikasi media, optimalisasi pangan lokal, penyuluhan interprofesional, serta penguatan dukungan sosiokultural keluarga berpotensi mendukung peningkatan kepatuhan suplementasi besi dan perbaikan status hemoglobin ibu hamil. Pendekatan kolaboratif yang integratif menjadi strategi krusial dalam memperkuat asuhan kebidanan di fasilitas kesehatan primer.