Abstract. The rapid development of information technology demands a fast, efficient, and transparent public service system, including in the management of government administration and the banking sector. The increasing use of digital platforms not only provides convenience but also opens up opportunities for cybercrime, which can have a serious impact on institutional reputation, particularly in Islamic banking. Based on this issue, this study aims to analyze the influence of cybercrime on reputational risk at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Universitas Islam Bandung, as well as to provide comprehensive mitigation strategy recommendations to minimize the long-term negative impacts. This research employs a quantitative method with a descriptive-verificative approach. Primary data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents who are active customers of BSI KCP Universitas Islam Bandung. The data were analyzed using simple linear regression to determine the extent of cybercrime’s influence on reputational risk and a significance test to examine the empirical and statistical relationship between variables. The results show that cybercrime has a positive and significant effect on reputational risk, as evidenced by a significance value of 0.000 (< 0.05) and a regression coefficient of 0.622. The Adjusted R² value of 0.374 indicates that 37.4% of the variation in reputational risk is explained by cybercrime, while the remaining portion is influenced by other factors such as digital security systems, customer trust levels, and communication strategies. Furthermore, this study recommends that banks enhance cybersecurity systems and strengthen reputational risk management through regular monitoring, employee digital security training, and transparent communication with customers.. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut adanya sistem pelayanan publik yang cepat, efisien, dan transparan, termasuk dalam pengelolaan administrasi pemerintahan maupun sektor perbankan. Aktivitas digital yang semakin meningkat tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membuka peluang terjadinya cybercrime yang dapat berdampak serius terhadap reputasi lembaga, khususnya perbankan syariah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cybercrime terhadap risiko reputasi pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Universitas Islam Bandung, serta memberikan rekomendasi strategi mitigasi yang komprehensif untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptifverifikatif. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan nasabah aktif BSI KCP Universitas Islam Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh cybercrime terhadap risiko reputasi serta uji signifikansi untuk menguji hubungan antar variabel secara empiris dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cybercrime berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko reputasi, dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,622. Nilai Adjusted R² sebesar 0,374 mengindikasikan bahwa 3 7,4% variasi risiko reputasi dijelaskan oleh variabel cybercrime, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti sistem keamanan digital, tingkat kepercayaan nasabah, dan strategi komunikasi bank. Selanjutnya, penelitian ini merekomendasikan agar bank meningkatkan sistem keamanan Cyber serta memperkuat manajemen risiko reputasi melalui pengawasan berkala, pelatihan keamanan digital bagi karyawan, dan komunikasi yang transparan kepada nasabah.